
Bolmut, Sulutnews.com – Reuni akbar dan halalbihalal pasca Idul Fitri 1445 lintas angkatan tahun 70, 80, 90, dan reuni adalah hal yang banyak dinantikan ketika lama tidak bertemu dengan sahabat atau teman satu perjuangan di masa lampau.
Dengan reuni, banyak cerita yang bisa dibagikan. Baik kisah sedih atau senang bisa jadi topik hangat kala reuni.
Acara ini berlangsung di Destinasi Obyek Wisata Pantai Batu Pinagut Boroko Kec. Kaidipang. Minggu (21/04/2024).

Sambutan Ketua Panitia Reuni Zainudin Datukramat pada saat akan memulai terlihat isak tangis kesedihan mengingat kembali guru-guru yang telah membentuk karakternya sehingga memilih profesi menjadi guru.
“Tangisan kesedihan ini, teringat kembali guru-guru kita dan teman-teman yang telah mendahului kita menjalani nafas kehidupan ini. Kita saksikan bersama kehadiran dua guru kita ibu guru Saciko Ponamon dan pak guru Djamal Ginoga, telah mendidik karakter kita semua menghadapi masa depan lebih baik,” ungkapnya.

Pemandu acara ibu Ans Patadjenu menuntun kita dari setiap tahapan acara reuni, diawali menyanyikan lagu Hymne Guru, para tamu undangan dan alumni tertunduk sedih ketika mengikuti alunan musik serta lirik lagu kata demi kata;
Lagu Hymne Guru diciptakan oleh Sartono, seorang guru musik yang lahir di Madiun pada tanggal 29 Mei 1938. Lagu ini awalnya dibuat untuk ikut serta dalam lomba cipta lagu bertema pendidikan yang diadakan oleh Departemen Pendidikan Nasional (sekarang Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Lirik Lagu Hymne Guru
Terpujilah Wahai Engkau Ibu Bapak Guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
S’bagai prasasti t’rima kasihku ‘tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Pembangun insan cendekia
Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
S’bagai prasasti t’rima kasihku ‘tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Pembangun insan cendekia
Kebetulan acara reuni bersamaan memperingati Hari Ibu Kartini pada tanggal 21 April 2024, maka hadirin ikut menyajikan lagu “Ibu Kita Kartini”.
Pada tahap acara sambutan guru diwakili Pak Guru Djamal Ginoga, dengan senyum menjadi idola para siswa.

“Banyak kenangan terlintas dalam ingatan saya, ketika saya lihat wajah-wajah dihadapan saya tidak cukuplah waktu ini, untuk itu marilah kita nyanyikan lagu “Sapu Tangan”, lagu ini mengenang kembali pada usia 23 tahun, menjadi guru di SMP Boroko tahun 1978. Lagu ini dinyanyikan untuk mengakrabkan diri para siswa,” ungkapnya.

Pada acara lintas alumni pesan dan kesan angkatan 70an diwakili ibu Nuraini Pomolango menceriterakan dan mengenang kembali dengan menyebut nama-nama guru yang sudah mendahului, antara lain almarhum Albert Lantu, almarhum H.T Lasama, almarhum ibu Anirin Datukramat, almarhum Enci Ibrahim. Kenangan bersama para guru itu tidak akan kita lupakan, mata pelajaran setiap guru masih kurikulum lama, ilmu bumi, sejarah, berhitung, yang menjadi dasar pertama ilmu pengetahuan untuk melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi.
“Pelajaran bahasa Inggris dari almarhum Guru Albert Lantu, meskipun terpatah-patah mengucapnya, tapi paling penting, karena bahasa dunia. Teman kita seangkatan Jahya Paputungan menguasai keahlian berbahasa inggris menjadi pemandu turis, temannya banyak dari mancanegara,” ungkap ibu Nur Pomolango.
Gandhi Goma (GG).





