Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Sitaro · 30 Jan 2026 12:39 WITA ·

SPPG Siau Timur Kembali Disorot, MBG Hanya Berupa Buah dan Makanan Ringan


SPPG Siau Timur Kembali Disorot, MBG Hanya Berupa Buah dan Makanan Ringan Perbesar

Menu MBG yang disalurkan oleh SPPG Siau Timur pada Jumat, 30/01/2026.

Sitaro.sulutnews.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Siau Timur (Sitim), Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), kembali mendapat sorotan publik terkait kualitas penyaluran Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Pasalnya, pada Jumat, 30/01/2026, MBG yang disalurkan kepada siswa hanya terdiri dari dua jenis makanan ringan dan buah jeruk tanpa nasi dan lauk pauk.

Berdasarkan atas informasi yang dirangkum media ini, paket MBG yang diterima siswa di sejumlah sekolah hanya berisi buah jeruk, minuman kotak, dan biskuit. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan dari para orang tua murid yang menilai menu tersebut belum memenuhi standar makanan bergizi sebagaimana yang diharapkan.

Yanti, salah satu orang tua siswa yang anaknya bersekolah di SD Inpres Dame, mengaku terkejut dengan menu MBG yang diterima anaknya. Ia menilai paket makanan tersebut terlalu sederhana dan tidak sebanding dengan kebutuhan gizi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

“Kami berharap makanan bergizi itu ada nasi dan lauk, bukan hanya makanan ringan seperti ini. Anak-anak butuh makanan yang benar-benar mengenyangkan dan sehat,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh orang tua siswa di SD Inpres Karalung yang meminta namanya tidak disebutkan. Ia mengatakan, menu MBG hari ini jauh berbeda dari harapan masyarakat terhadap program nasional tersebut.

“Kalau hanya jeruk, biskuit, dan minuman kotak, itu lebih mirip bekal tambahan, bukan makanan bergizi gratis. Kami khawatir ini akan terus berulang,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Siau Timur, Jeklyn Liunsanda, saat dikonfirmasi menjelaskan hal tersebut telah disampaikan di grup penerima manfaat bahwa di hari ini penyaluran hanya berupa makanan ringan, kondisi tersebut terjadi akibat kendala dalam penyediaan bahan pokok. Menurutnya, hampir seluruh bahan makanan harus didatangkan dari Manado sehingga kerap menimbulkan hambatan distribusi, termasuk penyesuaian harga.

“Karena ada kendala dalam penyediaan bahan pokok, sehingga MBG hari ini hanya berupa makanan ringan dan buah-buahan. Hari Jumat tidak ada penyaluran, menu hari ini untuk hari Sabtu. Kalau kondisi memungkinkan, tentu kami tidak ingin terjadi kendala seperti ini,” jelas Jeklyn.

Ia menambahkan, berbeda dengan daerah seperti Manado yang mudah mencari bahan pengganti, di Siau ketersediaan bahan sangat terbatas.

“Semua harus dari Manado, belum lagi konversi ke harga. Kalau bahan tersedia di Siau, pasti distribusi hari Jumat tetap bisa berjalan normal,” lanjutnya.

Terkait menu, Jeklyn menegaskan, hal tersebut telah diperhitungkan oleh ahli gizi. Namun, untuk penggunaan roti dari pelaku UMKM lokal, pihaknya masih menunggu data resmi dari Dinas Kesehatan terkait daftar UMKM/IKM yang telah memiliki izin.

“Kami sudah berupaya mendata UMKM di Siau dan sementara menunggu hasil koordinasi dengan Dinkes agar semua aman. Minggu depan kami usahakan sudah bisa bekerja sama dengan UMKM/IKM lokal,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kejadian sebelumnya, di mana roti yang dikirim dari luar daerah ditemukan tercampur dengan produk yang mendekati tanggal kedaluwarsa dari pabrik. Hal itu menjadi alasan kehati-hatian pihak SPPG dalam memilih penyedia.

“Kalau menggunakan UMKM di luar Manado, risikonya lebih besar karena harus melewati laut dan butuh waktu beberapa hari hingga sampai dan disalurkan, apalagi dalam jumlah besar,” kata Jeklyn.

Untuk mengantisipasi kebutuhan, SPPG Siau Timur berencana menggandeng beberapa UMKM sekaligus agar penyediaan roti tidak hanya bergantung pada satu atau dua pelaku usaha.

“Kami rencanakan roti sudah bisa disiapkan sekitar hari Rabu untuk penyaluran hari Jumat,” tutupnya.

Meski demikian, masyarakat berharap agar ke depan kualitas dan konsistensi MBG di Siau Timur dapat lebih diperhatikan, sehingga tujuan utama program untuk meningkatkan gizi dan kesehatan anak sekolah benar-benar dapat terwujud.

Artikel ini telah dibaca 177 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pengelola SPPG Sitaro Ikuti Pelatihan Penjamah Makanan, Satgas MBG Tekankan Standar Keamanan Pangan

21 Februari 2026 - 10:07 WITA

Dua Kepala SKPD Sitaro Tuai Apresiasi DPRD, Rogoh Dana Pribadi Demi Pedagang Pasar 66 Tagulandang

19 Februari 2026 - 19:09 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

Lagi, Vionita Kuera Salurkan Bantuan Tunai untuk Keluarga yang Berduka di Sitaro

28 Januari 2026 - 17:02 WITA

Trending di Sitaro