Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bitung · 7 Nov 2024 12:26 WITA ·

Sosok Jenasah Pria ditemukan Mengapung di Perairan Laut Selat Lembeh


Sosok Jenasah Pria ditemukan Mengapung di Perairan Laut Selat Lembeh Perbesar

Bitung, Sulutnews.com – Sebuah kejadian mengharukan terjadi di perairan Selat Lembeh pada pagi hari, 5 November 2024. Sosok jenasah pria ditemukan mengapung di laut.

Seorang pria, CSD alias Christian, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah terapung di laut.

Tragedi ini menggugah rasa empati banyak pihak, yang turut memberikan perhatian pada kejadian tersebut dan bagaimana penanganannya dilakukan dengan penuh rasa hormat.

Sebelumnya, pada pukul 07.15 WITA, dua saksi, Rustam Liputo dan Harun Laiya, yang tengah berada di atas kapal yang berlabuh di perairan Selat Lembeh, dikejutkan dengan penemuan mayat seorang pria yang mengapung di laut.

Segera setelah memastikan kebenaran kejadian tersebut, keduanya melaporkan penemuan ini kepada pihak keamanan setempat, dan pihak keamanan pun segera menghubungi pihak kepolisian untuk menangani kejadian tersebut.

Polsek Aertembaga, yang segera menerima laporan, langsung mengirimkan tim untuk mengevakuasi jenazah. Pada pukul 07.45 WITA,

Kapolsek Aertembaga IPTU Tuegeh Darus bersama timnya tiba di lokasi dan melakukan evakuasi jenazah CSD alias Christian dari perairan.

Tim INAFIS Polres Bitung juga segera diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Manembo-nembo untuk pemeriksaan oleh dokter forensik.

Hasil pemeriksaan oleh dokter forensik, Geeberd Dundu, menunjukkan bahwa sosok jenasah tersebut tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.

Diduga, kematian korban disebabkan oleh kambuhnya penyakit epilepsi yang diderita oleh Christian.

Tanda-tanda lidah tergigit yang ditemukan pada jenazah menguatkan dugaan tersebut.

Keluarga korban, yang merasa kehilangan, dengan lapang dada menerima kematian ini sebagai musibah.

Christian, yang bekerja sebagai nelayan dan dikenal dengan kesehariannya sebagai ABK, sebelumnya memiliki riwayat epilepsi dan rutin mengonsumsi obat-obatan.

Meskipun situasi ini sangat menyedihkan, keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan memilih untuk membawa jenazah kembali ke rumah duka di Kelurahan Aertembaga untuk proses pemakaman.

Kematian Christian menjadi sebuah pengingat tentang pentingnya perhatian terhadap kesehatan, khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Masyarakat sekitar dan pihak berwenang turut mengungkapkan rasa simpatinya terhadap keluarga yang ditinggalkan, serta memberikan dukungan moral dalam menghadapi musibah ini.

Proses pemakaman Christian dilakukan dengan penuh penghormatan dan doa dari keluarga serta tetangga.

Meskipun kejadian ini membawa kesedihan, namun penanganan yang cepat dan penuh empati dari aparat kepolisian serta dukungan dari masyarakat memberikan rasa kelegaan bagi keluarga yang tengah berduka.

Semoga tragedi ini menjadi pelajaran untuk kita semua untuk lebih memperhatikan kesehatan diri, serta pentingnya saling mendukung dalam menghadapi cobaan hidup.

“Kami mendoakan semoga almarhum Christian diberikan tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.” Tutur salah satu warga.

(Tzr)

 

Artikel ini telah dibaca 1,018 kali

Baca Lainnya

Imigrasi Bitung dan Lapas Bitung Bagikan Takjil kepada Masyarakat di Bulan Ramadhan

6 Maret 2026 - 22:08 WITA

Safari Ramadhan Imigrasi Bitung: Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim

6 Maret 2026 - 21:52 WITA

PKRI Kota Bitung Berbagi Takjil di Pusat Kota

6 Maret 2026 - 20:18 WITA

Reklamasi dan Aktivitas Jeti di Perairan Morowali Tidak Miliki PKKPRL

5 Maret 2026 - 19:18 WITA

PELNI Bitung Siap Layani Lonjakan Penumpang Selama Mudik Lebaran

5 Maret 2026 - 18:41 WITA

KH Abdul Rahman Kaluku Serukan Pembaruan Iman

5 Maret 2026 - 00:07 WITA

Trending di Bitung