Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Minut · 15 Sep 2025 23:57 WITA ·

Sekjen Apkasi Joune Ganda Pimpin Rapat Internal Bersama Ketum Apkasi Bahas Soal Dana Transfer Pusat ke Daerah


Foto : Ketum Apkasi Burzah Zarnubi(Bupati Lahat, Kiri) dan Sekjen Apkasi Joune Ganda(Bupati Minahasa Utara, Kanan), saat memimpin rapat, Senin( 15/9/2025). Perbesar

Foto : Ketum Apkasi Burzah Zarnubi(Bupati Lahat, Kiri) dan Sekjen Apkasi Joune Ganda(Bupati Minahasa Utara, Kanan), saat memimpin rapat, Senin( 15/9/2025).

Minut,Sulutnews.com – Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia(Apkasi) menggelar zoom meetting dan pembahasan internal terkait rencana efisiensi efiensi Dana Transfer ke daerah(TKD) oleh pemerintah pusat.

Diketahui rapat daring ini dipimpin langsung ketum Apkasi Burzah Zarnubi(Bupati Lahat) dan Sekjen Apkasi Joune Ganda(Bupati Minahasa Utara), Senin( 15/9/2025).

Ketum Apkasi menuturkan, tujuan dari rapat internal ini diantaranya untuk menggali informasi terkait permasalahan didaerah, meningidentifikasi dampak efisiensi TKD terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

” Adapun hasil dari rapat internal ini akan menjadi catatan atau rekomendasi yang akan disampaikan kepada Mendagri dan Menkeu” tukas Zarnubi.

Sementara itu, Sekjen Apkasi Joune Ganda menambahkan, dari rapat yang dilaksanakan dengan pengurus dan anggota, mayoritas daerah saat ini bergantung pada TKD karena PAD yang masih kecil, sehingga efisiensi TKD berpotensi menghambat belanja publik dan pembangunan di daerah tersebut.

” Ketergantung daerah terhadap TKD masih sangat tinggi, sementara APBD mayoritas terserap belanja pegawai, sehingga ditakutkan berdampak pada roda pemerintahan termasuk menghambat belanja publik” kata Joune Ganda.

Dia menambahkan, rencana efisiensi Dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat, yang bisa berdampak pada Pemda dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kecil, seperti gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan proyek pembangunan fisik lainnya.

Katanya, sebagai tindak lanjut dari rapat internal ini, pihaknya telah mengirimkan surat untuk audensi dengan Mendagri dan Menteri Keuangan.

” Intinya, Apkasi mendorong agar pemerintah pusat memberikan ruang dialog dengan Pemda untuk membahas masalah beragam terkait penurunan TKD dan peninjauan ulang alokasi anggaran.” tegas Bupati Minut 2 periode itu bernada optimis.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan kebijakan pengalihan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) merupakan upaya mewujudkan realisasi program yang efisien.

Tito mengungkapkan hasil monitoring dan evaluasi Kemendagri yang menunjukkan masih ada sejumlah daerah yang kurang optimal dalam mengelola program dan anggarannya.

Lebih jauh Mendagri menjelaskan bahwa prinsip efisiensi terbukti dapat diterapkan oleh pemerintah daerah (Pemda). Karena itu, pemerintah mengalihkan anggaran TKD untuk program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Program tersebut antara lain jaring pengaman sosial, pendidikan, Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah, kesehatan, serta program lain yang mengakomodasi kepentingan rakyat.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons soal kembali dilonggarkannya alokasi dana transfer ke daerah (TKD) usai adanya efisiensi anggaran.

Purbaya menyebut kebijakan terkait TKD masih akan didiskusikan dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR.

Sebelumnya alokasi transfer ke daerah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 turun signifikan dari tahun sebelumnya menjadi Rp 650 triliun. Sementara realisasi dalam APBN 2025 yang mencapai Rp 919 triliun.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 1,036 kali

Baca Lainnya

Komunitas Master Guide Independent Gereja Advent Bagikan Takjil Gratis

8 Maret 2026 - 17:46 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

Kasatker PJN Wilayah 1 BPJN Sulut Ringgo Radityo: Meski Dana Tingal Rp 90 Miliar Tahun 2026 Perbaikan Jalan Terus Dilakukan

4 Februari 2026 - 06:56 WITA

Pnt Moris Mantiri : Panji Yosua Petarung Itu Ilegal dan Menyalahi Aturan Organisasi PK/B GMIM

1 Februari 2026 - 14:27 WITA

Trending di Minut