Manado, Sulutnews.com – Realisasi Investasi yang masuk di Provinsi Sulut hinga akhir tahun 2023 mencapai Rp 10,71 triliun atau naik 64 persen dibandingkan dengan tahun 2022 yang hanya Rp 5, 535 triliun.
Realisasi ini melebihi target yang ditetapkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan target dari Kementrian Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI tahun 2023.”
Jadi realisasi investasi ini sangat spektakuler dan membanggakan karena terbesar sepanjang 10 tahun terakhir ini ” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (PM- PTSP) Sulut Syalom Korompis SP M.Sc kepada Sulutnews.com Rabu (21/2) di Manado.
Data ini juga sudah dilaporkan kepada Gubernur Sulut dan juga dari Kementrian BKPM- RI sudah tercatat.
Dikatakan Investasi Rp 10,71 triliun itu termasuk investasi baik Penanaman Modal Dalam Negeri ( PMDN) juga Penanaman Modal Asing (PMA) dengan realisasi proyek sekitar 5.828 proyek. Dengan tenaga kerja Indonesia terserap sekitar 11.408 orang dan tambahan 20 tenaga kerja asing.
“Investasi yang besar ini banyak menyerap tenaga kerja dalam negeri termasuk di Sulut” kata Korompis.
Dikatakan investasi terbesar dari sektor pertambangan. Kemudian kelistrikan gas dan air. Baru hotel dan restoran, kemudian perumahan kawasan industri dan perkantoran dan industri makanan.” Jadi sektor pertambangan terbesar” katanya.
Dari 15 Kabupaten dan Kota terbesar investasi masuk di Kota Manado sekitar Rp 2,5 triliun, Minahasa Utara Rp 2,3 triliun. Kotamobagu Rp 1,2 triliun, Kabupaten Bolmong Rp 1,1 triliun dan Kabupaten Bolmut Rp 842 miliar.” Capaian investasi ini berdampak positif bagi kesejahtraan masyarakat dan juga peningkatan ekonomi Sulut ” kata Korompis.
Ditambahkan faktor penyebab naiknya investasi di Sulut karena Komitmen dan kerja keras pak Gubernur Sulut Prof Dr ( HC) Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw yang didukung jajaran aparat sehinga banyak investasi masuk dengan membuat aturan aturan yang memudahkan investasi.
Seperti kata Kadis PM- PTSP adanya berbagai faktor seperti kebijakan terkait kemudahan pengurusan perijinan lewat OSS- RB pelayanan yang muda cepat dan 8prima. Serta adanya infrastruktur dan pajak yang diberikan pemerintah daerah dan pusat serta adanya promosi terkait potensi daerah dari Pemda Sulut dan stakeholders lainnya.
Menurut Kadis PM- PTSP Sulut daya tarik berinvestasi di Sulut memang sangat baik karena selain potensi ada. Pemda Sulut juga sangat konsen dengan membuat kebijakan agat mudah berinvestasi.” Artinya tidak berbelit belit dan sistk digital tanpa harus datang ke kantor saat urus ijin” kata Korompis. Naiknya investasi pasca Covid 19 pada tahun 2023 merupakan capaian luar biasa. Dan tahun ini diharapkan bisa naik terus. (fanny)





