Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bitung · 9 Okt 2023 21:35 WITA ·

Rapat Koordinasi Meteorologi Maritim Tahun 2023 bertema “Terwujudnya Layanan Informasi Meteorologi Maritim yang inklusif, terstandarisasi dan berkelanjutan”


Rapat Koordinasi Meteorologi Maritim Tahun 2023 bertema “Terwujudnya Layanan Informasi Meteorologi Maritim yang inklusif, terstandarisasi dan berkelanjutan” Perbesar

Bitung, Sulutnews.comSalah satu upaya peningkatan kapasitas layanan informasi meteorologi maritim yang dilakukan oleh Pusat Meteorologi Maritim dari Kedeputian Bidang Meteorologi BMKG di tahun 2023 diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Meteorologi Maritim Tahun 2023.

Rapat koordinasi yang berlangsung 8-10 Oktober 2023 ini mengusung tema “Terwujudnya Layanan Informasi Meteorologi Maritim yang inklusif, terstandarisasi dan berkelanjutan” dan dihadiri oleh 56 tamu undangan yang meliputi Kepala UPT Maritim dan Mandatori serta seluruh Koordinator NDF (National Digital Forecast) Provinsi dari Seluruh Wilayah Indonesia.

Rapat Koordinasi ini dicanangkan seiring dengan proyek dari Maritime Meteorological System / MMS-1 yang sudah memasuki tahap akhir dan akan mulai diimplementasikan pada Tahun 2024.

Kegiatan ini dibuka oleh Dwi Budi Sutrisno selaku Sekretaris Utama BMKG serta didampingi oleh Eko Prasetyo selaku Kepala Pusat Meteorologi Maritim dan berlangsung selama 3 hari (8 – 10 Oktober 2023) di Hotel Novotel Samator Surabaya.

Dalam pembukaan kegiatan rapat tahunan ini, Dwi Budi Sutrisno menyampaikan bahwa melalui proyek MMS-1, BMKG telah berhasil memasang 40 unit AWS (Automatic Weather Station) yang tersebar di pelabuhan-pelabuhan Indonesia, 40 unit VAWS (Vessel Automatic Weather Station) yang terpasang di Kapal Pelni maupun kapal-kapal swasta lainnya, serta melakukan deploy 48 Profiling Float dan 70 Ocean Drifter di seluruh perairan Indonesia.

Stasiun Meteorologi Maritim Bitung yang dipimpin oleh Andi Cahyadi menjadi salah satu UPT BMKG yang dipercayakan sehingga belum lama ini terpasang 2 (dua) Marine Automatic Weather Station (MAWS), masing-masing di Pelabuhan Manado dan Pelabuhan Penyeberangan Likupang.

Selain itu ada 3 (tiga) kapal yang rutin bersandar di Pelabuhan Penyeberangan Bitung telah dipasang Vessel Automatic Weather Station (VAWS), yaitu di KMP Dalento Woba, KMP Labuhan Haji, dan KMP Madani.

Selain itu, Dwi Budi Sutrisno juga menaruh harapan tinggi kepada para Kepala UPT Maritim dan Mandatori serta seluruh Koordinator NDF agar dapat mengkonsolidasikan dan mengimplementasikan perubahan layanan transformasi cuaca maritim menjadi berbasis provinsi, untuk meningkatkan area cakupan layanan informasi meteorologi maritim yang dibutuhkan oleh seluruh Pelabuhan di Indonesia.

Arahan kepada para Kepala UPT dan Mandatori agar segera mengidentifikasi pembagian wilayah dari setiap provinsi, menginventarisir langkah nyata sebagai quickwin implementasi kegiatan FISP (Fully Integrated Single Platform) serta memberikan masukan terkait strategi layanan cuaca maritim ke depan.

Terkait dengan SLCN (Sekolah Lapang Cuaca Nelayan) yang telah menjadi kegiatan Prioritas Nasional juga disampaikan dalam pembukaan kegiatan ini. Diharapkan agar seluruh UPT dapat lebih aktif membuat video dokumentasi tentang hasil nyata kegiatan SLCN serta mengoptimalkan penyelenggaraan SLCN dan membuka peluang kerjasama dengan stakeholder dalam pengembangan kegiatan SLCN di daerah masing-masing.

Dengan adanya rapat tahunan ini, diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan panduan Implementasi Layanan Informasi Meteorologi Maritim yang inklusif, terstandarisasi, dan berkelanjutan untuk mendukung keselamatan aktivitas kemaritiman yang selanjutnya dapat digunakan sebagai panduan dan acuan dari seluruh UPT Maritim daerah dalam pemenuhan kebutuhan layanan meteorologi maritim.

(Tzr)

Artikel ini telah dibaca 1,110 kali

Baca Lainnya

Ajang Fighter Bitung Dorong Pembinaan Atlet Lokal

31 Maret 2026 - 04:20 WITA

Arus Balik Lebaran Terkendali, PELNI Catat 153.433 Penumpang

29 Maret 2026 - 15:22 WITA

‎DanSatrol Bitung Marvill Frits Pimpin Evakuasi Korban Kebakaran KM Anaiah

27 Maret 2026 - 13:21 WITA

Kuota Menipis, PELNI Imbau Masyarakat Segera Manfaatkan Diskon Tiket

20 Maret 2026 - 16:07 WITA

Berikut Rute Laut Terpadat Puncak Arus Mudik 2026 

20 Maret 2026 - 15:58 WITA

Petani Ditemukan Meninggal di Kebun Duasudara

19 Maret 2026 - 16:16 WITA

Trending di Bitung