Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Sitaro · 17 Jun 2025 14:15 WITA ·

Rapat Bahas Batik Baru, Heronimus: Setiap Motif Harus Punya Makna


pemerintah daerah akan mengganti seragam batik ASN desain dan motif baru yang lebih mencerminkan identitas lokal Sitaro. Perbesar

pemerintah daerah akan mengganti seragam batik ASN desain dan motif baru yang lebih mencerminkan identitas lokal Sitaro.

Sitaro.sulutnews.com – Rapat kerja yang dipimpin Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Heronimus Makainas di ruang Sekretaris Daerah, Selasa, 17/6/2025, mengungkap rencana pemerintah daerah mengganti seragam batik ASN yang selama ini didominasi warna merah bermotif pala.

Dalam rapat tersebut, tidak hanya kepala OPD yang hadir, tetapi juga para penggiat budaya dilibatkan untuk memberi masukan. Langkah ini ditempuh sebagai upaya menyiapkan desain dan motif batik baru yang lebih mencerminkan identitas lokal Sitaro.

“Saya menilai ini sangat penting. Bukan hanya soal tampilan luar, tetapi bagaimana kearifan lokal bisa ditonjolkan,” ujar Heronimus usai memimpin rapat.

Wakil Bupati menjelaskan, keterlibatan berbagai pihak dalam pembahasan ini bertujuan agar setiap ide yang berkaitan dengan identitas kedaerahan di Tanah Karangetang (Siau), Mandolokang (Tagulandang), dan Kolo-Kolo (Biaro) dapat diakomodasi.

“Setiap motif harus punya makna dan cerita yang bisa diwariskan lintas generasi. Dengan begitu, batik ini tidak hanya indah dipandang, tapi juga diterima semua kalangan,” tegasnya.

Selain sebagai identitas resmi ASN, rencana batik baru ini juga dipandang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lokal. Sejumlah warga menilai, batik ASN Sitaro berpotensi memicu lahirnya UMKM baru di sektor batik.
“Kalau Pemda bisa mendorong pelatihan ke daerah lain yang sudah maju dalam produksi batik, pengrajin lokal kita pasti bisa ikut berkembang. Bayangkan kalau batik ASN diproduksi di Sitaro sendiri, pasti akan menghidupkan ekonomi masyarakat,” kata Edward Tahulending, warga Tagulandang.

Lebih lanjut, warga berharap pemerintah benar-benar menjadikan batik ASN sebagai pintu masuk pengembangan industri kreatif daerah.
“Batik ini jangan hanya sekadar seragam, tapi juga peluang ekonomi baru bagi anak muda Sitaro,” tambahnya.

Heronimus sendiri menutup rapat dengan menegaskan bahwa desain batik ASN Sitaro nantinya diharapkan mampu menjadi simbol yang mudah dikenali.
“Ketika orang melihat batik ini, mereka bisa langsung berkata, inilah ASN Sitaro,” pungkasnya.

 

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bertaruh Nyawa di Tengah Gelombang 5 Meter, Kisah Veskin Parasan Kendalikan Perahu Demi Selamatkan Empat Jiwa

17 Maret 2026 - 15:13 WITA

5 Warga Hilang di Laut Sangihe Ditemukan Selamat, Begini Respon Legislator Sulut Vionita Kuera

17 Maret 2026 - 14:04 WITA

Dua Hari Hilang di Laut, Lima Warga Akhirnya Ditemukan Nelayan Karalung di Perairan Sitaro

17 Maret 2026 - 09:04 WITA

Kapitalau Dame Satu Dukung Penerapan SISWAKAM, Dorong Transparansi Pengelolaan Keuangan Kampung

12 Maret 2026 - 12:15 WITA

Kecamatan Siau Timur Mulai Terapkan Digitalisasi Pengawasan Keuangan Desa

12 Maret 2026 - 11:53 WITA

Kejari Sitaro Bongkar Dugaan Permainan Proyek Pendidikan di SMAN 1 Siau Timur

11 Maret 2026 - 10:32 WITA

Trending di Sitaro