Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Sulut · 22 Feb 2024 12:13 WITA ·

Produksi Beras Sulut Turun, Anggota DPRD Sulut Kritisi Kinerja SDA


Produksi Beras Sulut Turun, Anggota DPRD Sulut Kritisi Kinerja SDA Perbesar

MANADO, Sulutnews.com – Legislator DPRD Provinsi Sulawesi Utara James Tuuk menyorot kondisi Bendungan Daerah Irigasi (DI) Kasinggolan yang rusak berat. Hal ini disampaikan Tuuk saat rapat dengar pendapat (RDP) Lintas Komisi bersama dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Sulut, Selasa (9/1/2024) siang di ruang Serba Guna DPRD Sulut.

“85 persen pintu air kasinggolan ini rusak padahal, ketersediaan beras di Sulut bergantung pada dua bendungan ini yaitu Bendungan Kasinggolan dan Bendungan Toraut,” kata Tuuk

Politisi PDIP ini juga mengatakan Produksi beras di dua bendungan ini turun, 48.429,6 ton per tahun. produksi beras kita turun. “Kalo dulu kita bisa memproduksi 71.220 ton per tahun, hari ini kita hanya bisa produksi 22.790,4 ton per tahun. Kalo hari ini kita bisa kejar siapa mau tanggung jawab? Untuk urusan pegawai saja tidak jelas,” ucap Tuuk dihadapan dinas PUPR, Balai Sungai dan SDA.

Legislator dua periode di DPRD Sulut ini secara tegas mengatakan agar empat bendungan yang ada di Sulut harus diaktifkan.“Republik ini kekurangan makan, sampai presiden harus lobby untuk beras. Tapi kita yang tinggal di lumbung beras menelantarkan empat bendungan besar ini,” sembur Tuuk.

Masih oleh Tuuk, pak gubernur Olly Dondokambey berupaya semaksimal mungkun membangun dua bendungan besar. “Tujuannya apa? Supaya pangan yang dimakan masyarakat sulut sebisa mungkin di produksi di sulawesi utara. Tetapi apa, dua bendungan besar kehilangan 48.429,6 ton per tahun,” ujar Legislator Dapil Bolaang Mongondow Raya ini.

Dirinya pun dengan lantang menyebut bila kegagalan produksi beras di Sulut jadi tanggung jawab Balai Sungai dan Dinas PU Sulut. Diketahui, RDP tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Sulut, dr. Fransiscus Andi Silangen. Dan hadir pula Legislator lainnya yaitu, James Arthur Kojongian, Berty Kapojos, Amir Liputo, Rasky Mokodompit, Youngky Limen dan Arthur Kotambunan.(josh tinungki)

 

Artikel ini telah dibaca 1,623 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Setahun Kepemimpinan YSK – Victory. Ir Stevanus BAN Liow. MAP Beri Apresiasi, Kebijakan Pro Rakyat Jadi Ekselerasi Peningkatan Ekonomi di Bidang Ketahanan Pangan

5 Maret 2026 - 18:43 WITA

Louis Clark Schramm Apresiasi Setahun Kepemimpinan YSK Victory : Kebijakan Pro Rakyat Jadi Ekselerasi di Sektor Ekonomi

5 Maret 2026 - 11:22 WITA

Eldo Wongkar Kritik SKPD Lambat Realisasikan Pokir Anggota DPRD Sulut

4 Maret 2026 - 15:39 WITA

Plt Sekwan Terima Kunjungan Kejati Sulut

4 Maret 2026 - 15:24 WITA

Louis Schramm Wakili Pimpinan DPRD Sulut Hadiri Rakor Forkopimda

4 Maret 2026 - 15:13 WITA

DPRD Sulut Gelar Paripurna Internal Terkait Tata Tertib

3 Maret 2026 - 12:23 WITA

Trending di Manado