Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

NTT · 10 Des 2025 20:41 WITA ·

Polemik Makan Bergizi Gratis di Rote Ndao: Facebook Jadi Arena Debat


Polemik Makan Bergizi Gratis di Rote Ndao: Facebook Jadi Arena Debat Perbesar

Polemik Makan Bergizi Gratis di Rote Ndao: Facebook Jadi Arena Debat

Kabupaten Rote Ndao – Sebuah interaksi di Facebook antara dua akun telah menarik perhatian warga Kabupaten Rote Ndao. Akun milik Yuliana Orpa Yuliana memposting pertanyaan terkait postingan yang dibagikan oleh akun Facebook Yohana, yang menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Postingan keduanya memicu keprihatinan di kalangan orang tua, yang salah satunya mengungkapkan: “Ini beli kacang tanah 1 kilo bisa ksi mkn 1 gugus ni..”

Ungkapan tersebut mencerminkan realitas yang tergambar dalam postingan Yohana: 1 kg kacang tanah dihitung dan dibagi-bagikan ke banyak anak. “Ksian ee,” ujar seorang ibu, melihat anak-anak makan kacang hanya dengan sambal tomat. Padahal, makanan sederhana itu akan terasa lebih nikmat jika disajikan dengan layak. Ironisnya, anak-anak yang biasa makan banyak harus menahan diri dengan porsi terbatas yang disajikan dalam “ompreng” (wadah sederhana).

Postingan Yohana juga menyoroti pengamatan lain: sayur kacang panjang yang hanya dipotong menjadi 4 bagian. “Na beli kacang panjang 10rb ko 3 ikat bisa ksi mkn 3 sekolah cukup..” Artinya, 3 ikat kacang panjang seharga Rp10.000 cukup untuk memenuhi kebutuhan 3 sekolah. Lebih lanjut, tertulis: “Ksi mkn org bukan ksi senang ma bikin habis waktu sa..” Memberi makan bukan sekadar soal kesenangan, tetapi juga membutuhkan waktu dan usaha.

Dalam postingannya, Yohana, yang dikenal sebagai Mam Guru Yohana, mengungkapkan kesedihannya: “Mam guru Yohana ee liat ini makanan sedih.” Ia melihat lebih dari sekadar porsi minim, tetapi juga harapan akan makanan bergizi yang layak bagi anak-anak, yang seharusnya mendukung proses belajar dan tumbuh kembang mereka.

Interaksi di Facebook ini membuka diskusi tentang kondisi yang sering terabaikan: makanan “sedih” sebagai cerminan kasih sayang yang tulus, serta perlunya perhatian lebih terhadap kualitas, kuantitas, dan keadilan dalam implementasi program MBG.

Analisis Visual:

Gambar yang disertakan menunjukkan tampilan makanan yang disajikan dalam program MBG. Makanan tersebut terdiri dari nasi, sayur, lauk (kemungkinan ayam), potongan melon, dan beberapa butir kacang. Tampilan ini memicu pertanyaan tentang kecukupan gizi dan variasi makanan yang diterima anak-anak.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,227 kali

Baca Lainnya

Bertemu Kapolda NTT, Memacu Bripka Sumantri Untuk Terus Bekerja Maksimal

14 April 2026 - 11:15 WITA

Debat Pandangan Ammy Amelia Plt Bupati Cilacap: Haruskah KPK Memberi Peringatan Sebelum Melakukan OTT?

4 April 2026 - 08:18 WITA

Bupati Paulus Henuk Bersama Dirjen KKP Dan Perwakilan PLN Pertamina Patra Niaga Energi, Garam, dan Harapan dari Timur

2 April 2026 - 07:59 WITA

Usman Husin Dorong Perhutanan Sosial NTT Sebagai Motor Perekonomian Masyarakat

1 April 2026 - 17:49 WITA

Di Balik Jubah Pdt. David Selan Di duga ada perbuatan melawan hukum Dengan Salah satu Pengerja

31 Maret 2026 - 12:07 WITA

DIDUGA WM STAF PUSKESMAS OELE HINA TETANGGA, DILAPORKAN KE POLSEK ROTE SELATAN

30 Maret 2026 - 19:48 WITA

Trending di Hukrim