Minsel, Sulutnews.com -Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, SH., (FWD) memimpin Apel Kebangsaan Aparatur Sipil Negara, sampaikan kembali salah Satu Misi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan yaitu “Mewujudkan Fondasi Transformasi Sosial Melalui Sumber Daya Manusia yang Sehat dan Berdaya Saing dengan Berideologi Pancasila dan Menjunjung Hak Asasi Manusia, bertempat di Aula Waleta Kantor Bupati Minahasa Selatan, Senin, 1 September 2025.
Apel Kebangsaaan dihadiri, Wakil Bupati Minahasa Selatan Brigjen TNI (Purn) Theodorus Kawatu, SIP.
Dalam sambutan Bupati Franky Wongkar menegaskan beberapa hal terkait bidang kesehatan yang harus diperhatikan oleh seluruh ASN di Minahasa Selatan. kepada Para Camat, Hukum Tua, serta Lurah bersama dengan Puskesmas untuk melakukan penyuluhan di wilayah kerja masing-masing minimal 1 bulan satu kali. Penyuluhan juga bisa dilakukan dalam setiap kegiatan untuk menyampaikan pentingnya asi eksklusif.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pencegahan Anemia Terhadap Remaja Putri, Bupati Minahasa Selatan dengan tegas menyebut Dinas Pendidikan dan jajarannya bersama Puskesmas untuk fokus melakukan kegiatan Aksi Bergizi termasuk didalamnya adalah pemberian TTD (Tablet Tambah Darah) setiap 1 minggu satu tablet bagi remaja putri di sekolah masing- masing, sehingga langsung terpantau oleh tenaga pendidik untuk memastikan bahwa tablet tambah darah telah dikonsumsi.
“Kepada seluruh ASN harus dapat menjadi motor penggerak sekaligus menjadi media dalam memberikan pemberitahuan, pemahaman, dan penjelasan terhadap pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis diseluruh puskesmas sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan” ujar Bupati FWD.
“Saya menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan, BAPELITBANGDA, Dinas PMD, DLH, BKAD, Dinas Pendidikan, Pemerintah Kecamatan, Kelurahan dan Desa untuk bersama-sama menyukseskan gerakan ini dengan berbagai aksi nyata” tambahnya.
Hal ini sesuai dengan arah pembangunan kesehatan dalam visi misi Presiden dan Wakil Presiden RI, salah satunya untuk mengurangi kasus TBC sebanyak 50% pada tahun 2029, sehingga Kemenkes RI melakukan upaya melalui geber TBC atau Gerakan Bersama mengakhiri Tuberkulosis.(*/Merson)





