Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Jakarta · 19 Jan 2026 18:20 WITA ·

Pianis dan Komponis Indonesia Dwiki Dharmawan Persembahkan Anagnorisis, Medium Dialog dan Diplomasi Budaya


Pianis dan Komponis Dwiki Dharmawan siap menggelar Diplomasi Budaya dengan mempersembahkan album musik transkultural di Jakarta pada 20 Januari 2026 (Foto: Istimewa) Perbesar

Pianis dan Komponis Dwiki Dharmawan siap menggelar Diplomasi Budaya dengan mempersembahkan album musik transkultural di Jakarta pada 20 Januari 2026 (Foto: Istimewa)

Jakarta,Sulutnews.com – Pianis dan komponis Indonesia Dwiki Dharmawan mempersembahkan Anagnorisis, sebuah album musik transkultural yang merefleksikan dialog lintas budaya, lintas bangsa, dan lintas tradisi melalui bahasa musik universal.

Siaran pers Anagnorisis Team, Minggu (8/1) menyebutkan, album tersebut direkam secara live pada akhir 2024 di Sierra Studios, Athena, dengan melibatkan para musisi dari berbagai latar belakang budaya dan kebangsaan.

Dirilis secara internasional oleh MoonJune Records, Anagnorisis merupakan salah satu karya penting dalam perjalanan artistik Dwiki Dharmawan yang secara konsisten menempatkan musik sebagai medium pertukaran budaya dan pemahaman antarbangsa.

Album ini juga mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Athena, sebagai bagian dari upaya memperkuat kehadiran budaya Indonesia di ruang global.

Secara artistik, Anagnorisis berangkat dari kekayaan sensitivitas melodi dan ritme Asia Tenggara, yang kemudian berdialog dengan unsur improvisasi jazz, warna musikal Mediterania, serta pendekatan musik kontemporer internasional. Perpaduan ini tidak dimaksudkan sebagai representasi budaya tertentu secara eksklusif, melainkan sebagai ruang pertemuan yang setara, terbuka, dan saling menghargai.

Judul Anagnorisis, yang berarti “pengenalan” atau “kesadaran”, merefleksikan gagasan utama album ini: bahwa seni dan musik dapat menjadi sarana untuk saling mengenali, memahami, dan membangun empati lintas identitas. Dalam konteks global yang dihadapkan pada berbagai tantangan sosial dan kultural, karya ini menawarkan pendekatan dialogis melalui ekspresi seni.

Album ini diproduseri oleh Leonardo Pavkovics bersama Dwiki Dharmawan, sejalan dengan visi MoonJune Music dalam mendorong kolaborasi lintas budaya dan kebebasan berekspresi artistik. Keterlibatan musisi internasional dalam proyek ini mencerminkan semangat kerja sama, kepercayaan, dan dialog antarindividu dari latar budaya yang berbeda.

“Anagnorisis merupakan bagian dari perjalanan kreatif dan spiritual saya,” ujar Dwiki Dharmawan.“Melalui musik, saya berupaya menyampaikan pesan-pesan universal mengenai perdamaian, toleransi, dan saling menghormati sebagai nilai bersama umat manusia.”

Sementara itu Leonardo Pavkovic menyampaikan:

“Anagnorisis’ benar-benar album yang luar biasa, dengan atmosfer ala ECM. Saya sangat gembira bisa kembali ke Indonesia untuk merayakan musik ini bersama para musisi teman-teman saya yang luar biasa.”

Disebutkan, Anagnorisis telah dirilis secara global pada November 2025 oleh MoonJune Records, dan pada tahun 2026 resmi dirilis di Indonesia melalui Musikita Records (format digital) serta DeMajors (format fisik CD dan vinyl).

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan apresiasi dan diseminasi budaya, rilis album ini di Indonesia disertai dengan Anagnorisis Indonesia Tour 2026 yang menampilkan Dwiki Dharmawan Band feat, Gilad Atzmon. Rangkaian pertunjukan ini diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia yaitu, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali.

Tur ini didukung oleh para musisi pendamping: Dewa Bujana (gitar), Aditya Bayu (gitar), Rudy Zulkarnaen (upright bass), Cucu Kurnia (kendang), dan Kelvin Andreas (drum).

Melalui Anagnorisis, Dwiki Dharmawan menegaskan peran seni musik sebagai salah satu instrumen diplomasi budaya yang efektif yang mampu membangun pemahaman lintas bangsa, memperkuat dialog antarbudaya, serta menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan universal yang sejalan dengan semangat kebudayaan Indonesia di tingkat global.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 932 kali

Baca Lainnya

Ultimatum Konstitusional: Kebijakan Presiden Tidak Kebal Uji

2 Maret 2026 - 22:19 WITA

Imigrasi Siaga Antisipasi Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah

2 Maret 2026 - 19:55 WITA

Rayakan HUT Pertama Partai Gerakan Rakyat Sahrin Hamid Akan Kunjungi Rote Ndao

27 Februari 2026 - 22:19 WITA

PWI Pusat Hadiri Buka Puasa Bersama Kapolri, Perkuat Komunikasi dan Sinergi Dengan Insan Pers

25 Februari 2026 - 23:06 WITA

Bupati Thungari Terima Penghargaan LKPP Level Pro Aktif

25 Februari 2026 - 12:56 WITA

PWI Pusat Buka Puasa Bersama Yatim Piatu, Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial

23 Februari 2026 - 23:54 WITA

Trending di Jakarta