Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Mitra · 14 Sep 2023 19:05 WITA ·

Peti Merajalela di Kabupaten Mitra, Soriton Sindir Kepemimpinan Kapolda Sulut


Peti Merajalela di Kabupaten Mitra, Soriton Sindir Kepemimpinan Kapolda Sulut Perbesar

Mitra, Sulutnews.com – Christian Soriton salah satu aktivis Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Minahasa Tenggara (Mitra) Angkat bicara bahkan menyindiri kepemimpinan Kapolda Sulut Irjen Pol Drs. Setyo Budiyanto SH.MH terkait pertambangan Ilegal (PETI) di Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Mitra.

“ saya Minta pak Kapolda untuk menindak tegas para bos Tambang illegal di ratatotok karena selainm merusak hutan tapi juga tidak membayar pajak dan dampaknya tentu merugikan negara dan bisa berdampak bencana kedepannya jika terus dibiarkan peti merajalela,” ungkap Soriton yang juga aktivis KNPI Mitra.

Soriton pun membandingkan saat kepemimpinan mantan Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Lumowa dan Kapolda setelahnya.

Pasalnya dijaman Kapolda Royke Lumowa, seluruh tambang ilegal (PETI) disikat habis sampai ditutup. Bahkan ada beberapa dijadikan tersangka. Namun, saat sepeninggal Lumowa dari jabatan Kapolda, PETI kembali beroperasi. Bahkan tidak tersentuh aparat Polda Sulut.

“Setahu saya PETI di beberapa titik di Sulut, sempat dihentikan pada saat kepemimpinan Kapolda Royke Lumowa. Namun selepas Kapolda Irjen Royke Lumowa, PETI kembali beroperasi dan bahkan telah menjamur. Yang jadi pertanyaan, apakah setiap Kapolda punya aturan sendiri soal PETI,” ungkap Soriton.

Meski demikian, Soriton berpesan kepada pihak Polda Sulut kiranya jangan tebang pilih dalam penindakan dan penanganan kasus PETI, agar tidak mencoreng citra Polri di mata Masyarakat Sulut.

“Harusnya Polda Sulut harus tegas soal PETI. Karena kasus ini memang sangat nyata hadir di masyarakat. Untuk itu penanganannya juga harus serius agar citra Polda Sulut di mata masyarakat tidak tercoreng. Cukuplah dengan kasus Irjen FS, yang telah mencoreng nama baik POLRI. Jangan sampai lemahnya penanganan PETI oleh Polda Sulut, akan viral dan jangan sampai muncul nama-nama Pejabat Polisi di Polda Sulut, yang dinon-aktifkan akibat PETI,” tegas Soriton.

Diketahui, tahun 2020 tambang ilegal di Ratatotok sempat diberhentikan mantan Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Lumowa namun sekarang tambang ilegal tersebut kembali beroperasi.

Artikel ini telah dibaca 759 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kadis DKUKMPP Audy Rondo Ucapkan Dirgahayu Kepemimpinan Pertama Bupati Ronald Kandoli dan Fredi Tuda

20 Februari 2026 - 08:30 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Audi Rondo Pimpin DKUKMPP Dukung Gerakan Indonesia ASRI

6 Februari 2026 - 08:34 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

Rondo dan Jajaran DKUKMPP Mitra Ucapkan Selamat Atas Raihan Penghargaan UHC Award 2026

28 Januari 2026 - 08:04 WITA

Trending di Mitra