Reporter : Dance Henukh
Kupang NTT.sulutnews.com – Sebanyak 258 tenaga penyuluh pertanian telah menghadiri pertemuan Kunjungan Kerja Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Usman Husin, yang diselenggarakan bersama Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan). Para perwakilan ini berasal dari seluruh kabupaten dan kota di wilayah Pulau Timor, serta penyuluh pertanian yang bertugas di Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Peristiwa ini menjadi tonggak penting karena merupakan kali pertama Anggota Komisi IV DPR RI bertemu secara langsung dan memberikan arahan kepada para penyuluh pertanian di Provinsi NTT. Kejadian ini juga memiliki makna khusus setelah status penyuluh pertanian mengalami perubahan dari pegawai daerah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) pemerintah pusat yang berada di bawah naungan Kementerian Pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPR RI Komisi IV Usman Husin menyampaikan bahwa perkembangan pertanian di NTT sangat bergantung pada peran para penyuluh. Menurutnya, penyuluh merupakan ujung tombak yang menentukan keberhasilan sektor pertanian di wilayah Nusa Tenggara Timur. Usman juga mengingatkan agar Provinsi NTT tidak lagi dikenal dengan julukan “Nanti Tuhan Tolong”.
Data menunjukkan bahwa hampir 90 persen masyarakat NTT bekerja sebagai petani. Namun demikian, program swasembada pangan di provinsi ini hingga saat ini masih belum dapat terwujud. Usman Husin menyatakan bahwa kondisi tersebut seharusnya tidak terjadi, karena dengan proporsi masyarakat yang besar yang berprofesi sebagai petani, pencapaian swasembada pangan seharusnya dapat dicapai dengan lebih cepat.”Jelas Husin





