Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bengkulu · 8 Mei 2024 17:49 WITA ·

Peran Strategis Keluarga Tekan Tingginya Kasus TPPO serta Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak


Peran Strategis Keluarga Tekan Tingginya Kasus TPPO serta Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Perbesar

Sulutnews, Bengkulu – Tingginya kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) serta kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia termasuk di Provinsi Bengkulu, mendapat tanggapan serius dari berbagai pihak, termasuk dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

Fenomena gunung es TPPO serta kekerasan terhadap perempuan dan anak ini, Sekda Provinsi Bengkulu Isnan Fajri mengajak seluruh pihak melalui organisasi perempuan di Bengkulu, bersama melaksanakan peran strategis mulai dari lingkungan keluarga masing-masing.

Hal itu dilakukan mulai dari pengawasan ekstra atas pergaulan anak serta memberikan pengarahan atas pembentukan karakter dan akhlak anak. Utamanya bagi para kaum remaja, dilakukan pengawasan terhadap penggunaan aplikasi media sosial (medsos) ataupun sejenisnya.

“Kita minta dengan para ibu organisasi perempuan apapun itu, kita sama-sama bersinergi dengan Pemprov Bengkulu untuk menanggulangi kondisi kemasyarakatan yang ada saat ini. Bukan hanya terhadap pemberdayaan keluarga secara ekonomi dan sosial, tapi juga pemberdayaan terhadap anak melalui pendekatan keluarga,” terang Sekda Isnan usai membuka Sosialisasi Peningkatan Kapasitas dan Kualitas Pendidikan Perempuan dalam Membentuk Karakter Keluarga, di aula salah satu hotel kawasan Jl. Pariwisata Kota Bengkulu, Rabu (08/05).

Sekda Isnan meyakini jika pemberdayaan karakter dan akhlak ini dilakukan secara massif di tingkat keluarga masing-masing, maka kasus TPPO serta kekerasan terhadap perempuan dan anak di Bengkulu bisa diminimalisir secara bertahap.

“Apalagi organisasi perempuan ini kan organisasinya solid. Terlebih dalam hal pemberdayaan masyarakat dan keluarga sudah tidak diragukan lagi. Intinya keluarga lah yang pertama memiliki kuasa atas anak-anak mereka,” pungkasnya.

Sementara itu, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Bengkulu Eri Yulian Hidayat mengatakan, sesuai dengan tema sosialisasi “Peringatan Perjuangan Kartini sebagai Inspirasi Peningkatan Pendidikan Perempuan di Lingkungan Keluarga”, diharapkan pemberdayaan keluarga melalui organisasi perempuan mampu menekan angka TPPO.

“Saat ini keluarga menjadi fundamental sekali dalam penanaman nilai-nilai karakter kepada anak. Maka dari itu hari ini luar biasa dihadiri oleh organisasi Dharma Wanita se-Provinsi Bengkulu dan juga perwakilan organisasi perempuan lainnya,” ujarnya. (Tanto.G)

Artikel ini telah dibaca 1,012 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polda Bengkulu Perketat Pengamanan Ramadan 1447 H, Terapkan Jam Belajar Malam

24 Februari 2026 - 13:09 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Bahas Sinergi, Ketum AMJ Audiensi dengan Wali Kota Bengkulu

31 Januari 2026 - 23:44 WITA

Bernuansa Merah Putih, Ini Makna Logo Asosiasi Media Dan Jurnalis (AMJ)

30 Januari 2026 - 16:07 WITA

Pemprov Bengkulu Dukung Aplikasi Centurion-21 Demi Sukseskan Program Ketahanan Pangan Presiden

29 Januari 2026 - 23:43 WITA

Trending di Bengkulu