Manado,Sulutnews.com – Bus Bay The Service (BTS) Manado tak kunjung beroperasi lagi sejak 3 Desember 2025. Bus BTS Manado yang jumlahnya ada belasan unit itu, sejak tanggal 3 Desember terlihat diparkir rapi di kawasan parkir Terminal Kalimas Calaca, Manado, Sulawesi Utara.
Angin bertiup dari pantai Manado, seolah mengatakan di situ bahkan tidak ada satupun petugas terkait yang terlihat mondar-mandir seperti hari sebelumnya. Bus BTS Manado diluncurkan pada Rabu 19 Nopember di Mall Pelayanan Publik, Boulevard, Manado,
Pegadaan Bus BTS Manado ini merupakan Program Kemenhub RI yang modern, nyaman, aman, dan terjangkau dan bisa naik gratis selama 3 (tiga) bulan selama masa ujicoba.
Dihubungi media pasca tak beroperasinya Bus BTS Manado Kepala Dinas Perhubungan Kota Manado Jefrey Worang,SH mengatakan sepuluh hari sejak peluncuran Bus BTS Manado terjadi gelombang unjuk rasa penolakan dari sopir angkot mikrolet.
“Iya, memang sempat tidak bisa beroperasi. Pemerintah berharap warga tetap tenang dan bersabar. Saat ini kita masih dalam proses menunggu sampai ada pernyataan serius dari pusat,” katanya di Manado sebelum bertolak ke Jakarta, Selasa (9/10) terkait dengan persoalan tersebut.
Aksi Unjuk Rasa Menolak Bus BTS Manado
Seperti diketahui beberapa hari setelah Bus BTS Manado diluncurkan pada 19 Nopember 2025, terjadi aksi unjuk rasa dari ribuan sopir angkutan kota Mikrolet yang menginginkan agar pemerintah menghentikan operasional bus.
Polisi dari Polresta berhasil mengamankan jalannya aksi unjuk rasa di area kawasan Zero Point Manado pada Senin, 1 Desember 2025 selanjutnya ke Selasa, 2 Desember 2025 di depan Gedung Kantor Wali Kota Manado.
Unjuk rasa hari kedua masing-masing utusan sopir Mikrolet jurusan Malalayang-Pasar 45, Lapangan-Paal 2 menyampaikan aspirasi dengan tertib di depan Gedung Kantor Wali Kota Manado.
Namun sebelumnya di hari itu, beberapa utusan sopir mikrolet melakukan aksi penyetopan bus di jalur Jalan Paniki ke Bandara Sam Ratulangi.
Aspirasi para sopir mikrolet yang menolak kehadiran bus Buy The Service (BTS) Manado sebagian besar diterima oleh perwakilan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Manado yaitu Asisten I Pemkot Manado Julises Oehlers dan Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Manado Jeffry Worang bersama dengan pejabat terkait. Menghadapi moment menengangkan mereka tampak tegar dan bersedia berbicara bersama di jalan sambil berdialog terbuka terkait aspirasi yang disampaikan.
Asisten I Pemkot Manado Julises Oehlers menyampaikan rasa terima kasih karena aksi unjuk rasa berjalan dengan baik dan tertib, bahkan pengunjuk rasa yang mayoritas adalah sopir mikrolet dan mahasiswa tidak menganggu warga yang juga berada di sekitar aksi unjuk rasa tersebut.
Pihak Polresta Manado tetap stanbay membantu jalannya unjuk rasa, hanya untuk memastikan keamanan dan ketertiban yang kondusif tetap terjaga di Kota Manado.
Seperti diketahui unjuk rasa sopir mikrolet terjadi selama dua hari sejak 1 dan 2 Desember 2025. Penyebab utama adalah pengunjuk rasa menolak Bus Trans Manado (BTS) karena kekuatiran mereka akan kehilangan mata pencaharian. Selain itu, mereka menilai terjadi persaingan tidak sehat karena tarif BTS yang lebih murah, disamping tarif gratis pada awal peluncuran bus.
Berikutnya rute yang dianggap sama yang dapat mengurangi pendapatan yang sudah minim dan terancam akibat kehadiran ojek online. (*).







