Rote Ndao,Sulutnews.com – Polemik mengenai PT Bo’a Development semakin memanas setelah seorang warga bernama Mus Frans menyudutkan perusahaan tersebut dengan tuduhan Menutup akses ke pantai boa, melarang masyarakat, petani rumput laut, nelayan, dan wisatawan masuk ke pantai. Tuduhan ini disampaikan Mus Frans melalui akun Facebook pribadinya, yang kemudian memicu perdebatan di tengah masyarakat.
Dalam kenyataannya, PT Bo’a Development telah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk pengelolaannya. Pengelolan tersebut diberikan agar dapat berdampak baik untuk masyarakat Kab. Rote Ndao. Namun, informasi yang disebarluaskan oleh akun facebook Mus Frans menimbulkan kebingungan dan polemik di masyarakat Desa Bo’a.
Mengingat dampak yang ditimbulkan dari polemik ini, Penjabat Bupati Rote Ndao diminta untuk segera meninjau lokasi dan mendatangi PT Bo’a Development guna menyelesaikan permasalahan ini secara langsung. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat mengenai legalitas aktivitas PT Bo’a Development dan memastikan bahwa tidak ada pelanggaran yang terjadi.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao diharapkan dapat memberikan klarifikasi terkait kerjasama yang telah diberikan kepada PT Bo’a Development, serta menindaklanjuti penyebaran informasi yang diduga dapat memprovokasi masyarakat dan menghambat aktivitas perusahaan.
Dengan adanya tindakan yang tegas dan penyelesaian yang transparan, diharapkan situasi di Desa Bo’a dapat kembali kondusif, serta masyarakat mendapatkan informasi yang benar mengenai aktivitas PT Bo’a Development di wilayah tersebut.
Reporter: Dance Henukh





