Sulutnews.com Bengkulu Selatan – terkait pengakuan pengurus PKBM Muara yang menyatakan bahwa seluruh PKBM mengumpulkan sejumlah uang hingga 380jt untuk pengamanan, pernyataan yang mengejutkan yang di ceritakan oleh pengurus PKBM Muara dengan media ini.
Berbagai spekulasi berdatangan atas pernyataan pengamanan yang di maksud, apakah hal itu benar atau tidak, hal itu menjadi pertanyaan besar yang harus di jelaskan terhadap publik apakah pengamanan tersebut akibat banyaknya dugaan penyelewengan dana BOSP serta dugaan fiktif dapodik dan dugaan pungli yang di lakukan terhadap peserta.
Berbagai problem yang terjadi pada pengelolaan PKBM hendaknya menjadi prioritas APH dalam melakukan proses terhadap PKBM Muara, hal itu dibutuhkan atas dasar yang di kelola PKBM Muara uang negara dan di manfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
Diketahui PKBM Muara juga lakukan tindakan yang sangat berpotensi rugikan masyarakat, dan memanipulasi data yang terjadi di lapangan, sesuai pengakuan pengurus PKBM Muara peserta didik PKBM Muara ada sekitar 50 orang namun nama mereka tidak di dapatkan oleh PKBM Muara agar jangan sampai mendapatkan BOSP.
Tindakan ini diduga sangat merugikan masyarakat khususnya bagi peserta, yang mana semestinya dengan adanya mereka terdaftar secara resmi di dapodik maka mereka juga akan mendapatkan bantuan dari pemerintah, oleh sebab itu maka sudah barang pasti pembiayaan akan di bebani oleh PKBM terhadap peserta tanpa sepengetahuan pihak dinas. (JN)





