- “Opini Publik ”
Kabupaten Rote Ndao.Inews.id – Rencana penggabungan Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, dan Dinas Ketahanan Pangan di Kabupaten Rote Ndao mungkin dilakukan, namun memerlukan kajian komprehensif oleh Bupati. Ketiga sektor ini memiliki peran besar dan langsung menyentuh kehidupan serta penghidupan masyarakat.
Penggabungan OPD sering dianggap sebagai langkah efisiensi birokrasi. Namun, jika tidak direncanakan matang, berpotensi menimbulkan masalah baru seperti peningkatan beban kerja, kurangnya fokus program, tumpang tindih tugas, serta penurunan kinerja pelayanan publik. Selain itu, ada kekhawatiran akan penurunan serapan anggaran pusat yang bersifat sektoral dan spesifik.
DINAS PETERNAKAN: SEKTOR STRATEGIS PENOPANG PENDAPATAN MASYARAKAT
Dinas ini bertugas membina peternak, kendalikan penyakit hewan, tingkatkan populasi dan produktivitas ternak, serta kembangkan usaha peternakan berorientasi nilai tambah. Di Rote Ndao, sektor ini merupakan sumber pendapatan utama masyarakat dengan potensi produk unggulan seperti daging dan telur, sehingga memerlukan perhatian dan pengelolaan yang fokus.
DINAS PERTANIAN: KINERJA NYATA DAN POTENSI BESAR
Dinas ini meningkatkan produktivitas pertanian untuk menjawab Visi Misi Bupati Rote Ndao MBULE 9, khususnya MBULE ke-5 “Rote Ndao Bertani”. Sebaiknya sektor ini diberi ruang agar lebih fokus kepada pertanian, menurunkan kemiskinan dan pengangguran. Sektor ini juga memiliki potensi besar untuk meningkatkan PAD, meskipun belum dikelola maksimal seperti ditegaskan Gubernur NTT Melki Laka Lena.
DINAS KETAHAANAN PANGAN: MENJAMIN KETERSEDIAAN DAN KEAMANAN PANGAN
Dinas ini bertugas memantau stok dan distribusi pangan, tangani kerawanan pangan, serta edukasi konsumsi pangan yang aman dan bergizi. Di beberapa daerah seperti Kota Bandung, penggabungan dengan pertanian didukung inovasi seperti Mini Lab Food Security, namun penerapannya memerlukan kesiapan sumber daya, infrastruktur, dan manajemen yang kuat.





