Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bolmut · 16 Sep 2025 21:53 WITA ·

Pencegahan Stunting & Penangulangan Kemiskinan Di Bolmong Utara


Pencegahan Stunting & Penangulangan Kemiskinan Di Bolmong Utara Perbesar

Foto : Wakil Bupati Bolmong Utara, Kepala Dinas (Kadis) Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Boltara, Yani Lasama, Bapelitbang Budiyono

Bolmong Utara, Sulutnews.com – Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Moh. Aditya Pontoh, S.IP pimpin rapat evaluasi semester pertama Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Boltara, bertempat di ruang rapat Dinas PPKBPPPA. Selasa (16/09/2025).

Wakil Bupati yang juga ketua TP3S Boltara dalam sambutannya mengapresiasi seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader pembangunan manusia, serta mitra kerja yang telah berkontribusi dalam mendukung program percepatan penurunan stunting di Boltara, baik berupa penguatan data stunting maupun data keluarga berisiko stunting, serta berbagai bentuk bantuan dan intervensi yang dilaksanakan oleh seluruh pihak yang merupakan langkah nyata dalam mencegah sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di daerah.

Wakil Bupati juga mengingatkan terkait pentingnya sinkronisasi data antara OPD, agar nantinya prevalensi stunting dapat terukur dengan jelas dan menjadi dasar kebijakan yang tepat sasaran.

Dengan data yang akurat, setiap program intervensi diharapkan lebih efektif menyasar kelompok yang membutuhkan.

Selain itu, pemerintah daerah melalui Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait, Wabup  menekankan pentingnya keterlibatan langsung di lapangan.

“Dengan turun secara langsung, kondisi riil masyarakat dapat diketahui, sekaligus memastikan program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat.” Ujarnya.

Pencegahan dan penurunan stunting serta penanggulangan kemiskinan dilakukan melalui berbagai program terintegrasi yang menyasar gizi ibu hamil dan anak, sanitasi, serta peningkatan ekonomi.

Foto : Peserta Rapat Percepatan Pencegahan Stunting Bolmong Utara.

Foto : Perwakilan dari Pimpinan Puskesmas dan OPD terkait.

Kunci utamanya adalah intervensi spesifik dan sensitif di berbagai sektor, edukasi masyarakat, optimalisasi data keluarga miskin, dan pemberdayaan masyarakat. 

Upaya Pencegahan dan Penurunan Stunting

  • Asupan Gizi
    • Memberikan ASI eksklusif pada bayi hingga usia 6 bulan.
    • Memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi tinggi, terutama protein hewani untuk anak usia di atas 6 bulan.
    • Memberikan Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja putri dan ibu hamil. 
  • Pemantauan Kesehatan
    • Memeriksakan kehamilan secara rutin dan memberikan makanan tambahan pada ibu hamil.
    • Memantau tumbuh kembang anak di posyandu dan melakukan imunisasi. 
  • Edukasi dan Sosialisasi
    • Membangun forum untuk edukasi dan sosialisasi tentang stunting kepada remaja dan ibu hamil.
    • Menggunakan aplikasi elsimil untuk informasi kesehatan calon pengantin. 
  • Kesehatan Lingkungan
    • Membangun dan memperbaiki fasilitas sanitasi dan air bersih. 
  • Intervensi Lintas Sektor
    • Melakukan program yang terintegrasi dengan melibatkan sektor di luar kesehatan, seperti penyediaan pangan lokal, dan pengembangan ekonomi. 

Penanggulangan Kemiskinan

  • Optimalisasi Data:
    • Mengoptimalkan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) di daerah untuk membantu mengidentifikasi dan menanggulangi stunting. 
  • Peningkatan Ekonomi:
    • Mendorong pembangunan dan pengembangan ekonomi hijau untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Kaitan Antara Stunting dan Kemiskinan

  • Faktor Sosial Ekonomi:
    Kemiskinan merupakan salah satu faktor sosial ekonomi yang sangat berpengaruh terhadap kejadian stunting. 
  • Pendekatan Terpadu:
    Penanganan stunting tidak bisa dipisahkan dari penanggulangan kemiskinan, karena sering kali masalah gizi buruk dan kemiskinan saling terkait erat. 

Strategi Nasional dan Implementasi

  • Integrasi Kebijakan:
    Mengintegrasikan kebijakan penanggulangan stunting dengan program-program pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan. 
  • Peran Pemerintah Daerah:
    Pemerintah daerah harus aktif dan memiliki peta yang jelas untuk merencanakan sarana dan prasarana serta melakukan intervensi. 
  • Keterlibatan Masyarakat:
    Melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk akademisi dan swasta, untuk menjalankan program secara akuntabel dan tepat guna. 

Turut hadir, pimpinan OPD terkait, Camat, Kepala Puskesmas, Sangadi Kepala Desa), tamu undangan lembags terkait.  *** GG

Artikel ini telah dibaca 1,462 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berkah Ramadhan, Kapolres Bolmong Utara Berbagi Takjil di Jalur Trans Sulawesi

26 Februari 2026 - 19:47 WITA

Wabup Moh Aditya Pontoh Sangat Peduli Pemberdayaan UMKM

25 Februari 2026 - 20:17 WITA

Puasa 1 Ramadhan 1447 H Dimulai 19 Februari 2026

18 Februari 2026 - 00:24 WITA

Prosesi Adat Serah Terima Jabatan Camat Bolangitang Barat

15 Februari 2026 - 18:27 WITA

Prosesi Adat Mopohabaru / Mopotau Menjelang Awal Puasa Ramdhan 1447 H Bolmong Utara

14 Februari 2026 - 17:47 WITA

Lokasi Pembangunan Tambak Udang Vaname Di Biontong Ditinjau Lansung Direktur KKP Bappenas

13 Februari 2026 - 21:53 WITA

Trending di Bolmut