Rote Ndao, Sulutnews.com – Proyek pembangunan empat ruang kelas baru di SMP Satap Batulai, Desa Kuli Aisele, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, mengalami kendala serius. Dengan alokasi anggaran mencapai 1,3 miliar rupiah, proyek ini belum mencapai progres 70% hingga saat ini, menimbulkan kekhawatiran akan efisiensi penggunaan dana dan dampaknya terhadap kualitas pendidikan di Rote Ndao.
Proyek ini terancam molor dari target penyelesaian akhir tahun. Dugaan manipulasi material dalam pengerjaan proyek semakin santer terdengar, terutama terkait kualitas pekerjaan yang dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
“Koseng-koseng empat ruangan itu tidak sesuai, ada yang lebar dan ada yang sempit karena dipotong terlalu sadis,” ungkap seorang sumber yang enggan disebutkan namanya, Sabtu, 8 November 2025. Pernyataan ini memicu keraguan dan kekhawatiran, mengingat tenggat waktu penyelesaian proyek yang semakin dekat.
Keterlambatan dan dugaan manipulasi ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat setempat. Mereka mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran pendidikan. “Kami sangat berharap proyek ini bisa segera diselesaikan dengan kualitas yang baik, agar anak-anak kami bisa belajar dengan nyaman. Jangan sampai anggaran yang besar ini hanya menjadi bancakan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar seorang warga Desa Kuli Aisele dengan nada prihatin.
Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao diharapkan segera mengambil tindakan tegas untuk melakukan investigasi menyeluruh terkait permasalahan ini. Transparansi dalam pengelolaan anggaran dan pengawasan proyek menjadi kunci untuk memastikan dana yang dialokasikan benar-benar digunakan untuk kepentingan pendidikan.
Keterlambatan proyek ini berdampak langsung pada proses belajar mengajar di SMP Satap Batulai. Kondisi ruang kelas yang tidak memadai memaksa siswa untuk belajar dalam kondisi yang kurang ideal, yang berpotensi mempengaruhi konsentrasi dan prestasi belajar mereka.
Masyarakat Rote Ndao menuntut pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam manipulasi anggaran proyek ini. Mereka juga mendesak agar proyek ini segera diselesaikan dengan kualitas yang sesuai standar, sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal bagi peningkatan kualitas pendidikan di Rote Ndao.
Saat dikonfirmasi melalui Whatsapp pada Sabtu, 8 November 2025, Kepala Sekolah SMP Satap Batulai, Vera Pani, menjelaskan bahwa progres pekerjaan telah mencapai 70% dari Dana 1,3Miliar dan tidak ada kendala .”Katanya
Reporter: Dance Henukh





