Rote Ndao,Sulutnews.com – PUKUL GONG – Ketua Bawaslu Rote Ndao, Demsi Toulasik pukul gong sebagai tanda diluncurkannya pemetaan kerawanan Pilkada 2024, Sabtu, 31 Agustus 2024.
Dalam rangka menciptakan Pilkada damai dan berkualitas, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Rote Ndao meluncurkan pemetaan kerawanan Pemilihan Serentak 2024.
Acara peluncuran ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua Bawaslu Rote Ndao, Demsi Toulasik di Aula Hotel Videsy, Kecamatan Lobalain. Sabtu, 31 Agustus 2024.
Hadir dalam acara peluncuran, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Rote Ndao, Untung Harjito, Danpos AU DC Saudale, Letda (Lek) Handri Idayana, Pasi Ops Kodim 1627/Rote Ndao Letda (Inf) David Mooy, Kabag Ops Polres Rote Ndao, AKP Aries Dharma Putra, Perwakilan Kejari Rote Ndao.
Turut hadir Kaban Kesbangpol Rote Ndao, Marthen Muskanan, Ketua KPU Rote Ndao, Agabus Lau didampingi Komisioner dan seluruh Panwascam dari 11 Kecamatan di Kabupaten Rote Ndao.
Ketua Bawaslu Kabupaten Rote Ndao, Demsi Toulasik mengatakan, Bawaslu saat ini telah melakukan proses mitigasi ataupun pencegahan segala macam potensi yang mengganggu tahapan Pilkada Rote Ndao 2024 dengan menggelar sejumlah sosialisasi.
“Kami berharap kerawanan-kerawanan hanya sampai potensi, tidak sampai ke tindakan nyatanya. Sebab itu, kami mengimbau kepada teman-teman panwaslu hingga tingkat bawah di mana pun berada, mari kita sama-sama mengawasi proses tahapan pemilihan kepala daerah di Kabupaten Rote Ndao tercinta ini,” ajak Demsi.
Demsi juga mengemukakan, Bawaslu Kabupaten Rote Ndao saat ini membuka Posko pengawasan kerawanan pemilihan, juga terkait dengan pencalonan.

“Jadi apabila dalam proses tahapan pilkada, hal-hal yang dirasa tidak sesuai dengan regulasi, silahkan mendatangi Panwaslu Kecamatan atau langsung mendatangi Bawaslu Rote Ndao,” pungkas Demsi.
Ia menyebut tahapan pencalonan, kampanye dan pungut hitung sebagai tahapan paling rawan saat pemilihan. Tiga tahapan tersebut memiliki turbulensi yang paling besar dari semua tahapan. Sehingga ia meminta panwaslu, pihak keamanan dan stakeholder terkait untuk mengawal dan mengawasi pesta demokrasi ini.
“Pemetaan kerawanan yang telah dibuat ini datanya berasal peristiwa yang telah berjalan, lalu kita bagi berdasarkan indikator yang ada berdasarkan bobot nilai, informasi ini menjadi kewajiban Bawaslu untuk menyebarluaskan ke masyarakat,” ucap Demsi.
Pemetaan kerawanan ini, kata dia, diambil berdasarkan sampel Pemilu dan Pillkada 2019 serta Pemilu 2024.
“Untuk ASN, TNI, Polri jangan terlibat politik praktis, perlu menjaga netralitas agar Pilkada kali ini dengan lebih baik dan berkualitas,” Himbowan Demsi.
Reporter : Dance Henukh







