Bitung, Sulutnews.com—Sebuah inovasi cukup cemerlang hadir bagi masyarakat di Pulau Lembeh.
Terlihat, sebuah lokasi yang sedianya sebuah pasar, kini berubah dengan sedikit sentuhan modern.
Pasar Papusungan, salah satu pasar di Kota Bitung yang memutar laju ekonomi bagi masyarakat pesisir di Pulau Lembeh kini semakin nyaman dan berdaya saing.
Pasar ini bukan hanya menjual kebutuhan pokok, namun area UMKM yang hadir seolah mengekspresikan sebuah konsep wisata menarik.
Pasar yang biasanya ramai saat pagi hingga siang, kini bertambah panjang ritme kehidupannya.
Malam hari, seolah menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Ada beragam bahan pangan segar dan rumah makan lokal, menawarkan standar kebersihan dan kenyamanan bagi para pengunjung.
Tak hanya itu, Area itu kini ramai dikunjungi anak muda dan masyarakat untuk bersantai, bersosialisasi, hingga menikmati kuliner lokal di kafe “Camil Ast”, yang menjadi daya tarik baru di kawasan tersebut.
Situasi ini bukanlah tercipta dengan sendirinya, namun sebuah inisiatif sederhana dari pedagang, menjadikan Pasar Papusungan sebagai “Pasar Kota Bitung Layak Dikunjungi”
Termasuk membenahi halaman pasar menjadi ruang publik baru di Kota Bitung.
Dirut Perumda Pasar Bitung, Ramlan Mangkialo mengatakan transformasi Pasar Papusungan adalah bagian dari strategi besar menjadikan pasar-pasar di Bitung lebih layak, modern, dan ramah pengunjung.
“Kami ingin menghadirkan pasar yang bukan hanya tempat jual beli, tapi juga ruang sosial dan wisata kuliner yang membanggakan.
Dengan dikelola langsung oleh pedagang, kami dorong kemandirian ekonomi lokal sekaligus meningkatkan daya tarik pasar sebagai destinasi baru di Kota Bitung,” ujar Ramlan saat ditemui media Jumat (17/10/2025)
Ia menambahkan, Pasar Papusungan saat ini menjadi simbol perubahan dimana pasar rakyat bisa tampil bersih, tertib, dan menyenangkan untuk dikunjungi siapa saja.
Perubahan ini diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir dan memperkuat peran pedagang lokal
(Tzr)





