
Bolmut, Sulutnews.com – Dalam kontestasi Pilkada Sulawesi Utara 2024 – 2029, perpaduan antara tokoh sipil dan militer menjadi salah satu strategi jitu dalam memenangkan pertarungan. Minggu (08/09/2024).
Pasangan Steven Kandouw, Tokoh dari kalangan sipil yang sudah lama berkarier di dunia politik dan juga seorang kader PDIP, dan Denny Tuejeh, seorang jenderal berpengalaman, menghadirkan keseimbangan unik yang dapat memberikan warna baru dalam dinamika politik di Sulawesi Utara.
Mereka mewakili dua sisi yang berbeda, namun memiliki potensi besar bersinergi untuk menciptakan pemerintahan yang stabil, responsif, dan tangguh.
Steven Kandouw: Pemimpin Dari Sipil Yang Berpengalaman
Drs. Steven Octavianus Estefanus Kandouw (lahir 5 September 1969) adalah Wakil Gubernur Sulawesi Utara sejak 12 Februari 2016. Sebelumnya ia menjabat sebagai Anggota DPRD Sulawesi Utara sejak 2004 sampai 2015.

Sebagai figur dari kalangan sipil, Steven Kandouw memiliki pengalaman yang luas dalam bidang politik dan pemerintahan. Peranannya sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Utara memperlihatkan kemampuannya dalam menjalankan pemerintahan yang inklusif, merangkul berbagai kalangan masyarakat, serta menjaga kestabilan politik lokal.
Bersama kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey, Steven Kandouw dikenal loyal dan memposisikan diri secara proporsional, tidak pernah ada isu perpecahan diantara keduanya dalam menjalankan pemerintahan selama dua periode.
Kandouw dengan latar belakang seorang sipil memungkinkan pendekatan yang lebih komunikatif dan fleksibel dalam merespons aspirasi masyarakat. Ia memahami dinamika sosial dan ekonomi yang kompleks, serta mampu mengelola pemerintahan dengan penuh kehati-hatian untuk memastikan bahwa pertumbuhan daerah tetap berkelanjutan dan inklusif.
Pengalaman panjangnya dalam pemerintahan daerah bersama Olly Dondokambey juga menjadi modal besar baginya untuk melanjutkan program daerah yang pro-rakyat serta mampu memanfaatkan potensi lokal untuk memperkuat ekonomi daerah lebih maju dan sejahtera.
Denny Tuejeh: Jenderal dengan Disiplin dan Ketegasan
Letnan Jenderal TNI (Purn.) Alfret Denny Djoike Tuejeh,S.H., M.Si., (lahir 5 Desember 1965) adalah seorang Purnawirawan TNI-AD yang terakhir menjabat Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat

Di sisi lain, Denny Tuejeh, seorang jenderal bintang tiga ini adalah Panglima Komando Daerah Militer XIII/Merdeka, bisa menghadirkan perspektif yang berbeda. Latar belakang militernya menjadikannya sosok yang disiplin, tegas, dan terstruktur dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Sebagai seorang jenderal, Tuejeh tidak hanya dikenal karena kemampuannya dalam memimpin di bidang pertahanan, tetapi juga dalam pengambilan keputusan strategis dan manajemen krisis.
Dalam konteks Pilkada, Tuejeh menawarkan pendekatan yang kuat dalam menjaga stabilitas keamanan serta menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, dan berintegritas.
Pengalaman Tuejeh di bidang militer menjadi modal besar dalam mengatasi berbagai tantangan Sulawesi Utara, seperti keamanan, penegakan hukum, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Prinsip disiplin yang dibawanya dapat diterapkan juga dalam memperkuat birokrasi yang lebih efisien dan akuntabel, serta menumbuhkan semangat pelayanan publik yang lebih baik.
Keseimbangan Ideal antara Sipil dan Militer
Kombinasi antara Steven Kandouw sebagai tokoh sipil dan Denny Tuejeh dari militer merupakan keseimbangan yang ideal dan strategis dalam konteks Pilkada Sulawesi Utara.
Kandouw mempunyai kemampuan dalam tata kelola pemerintahan yang demokratis dan inklusif, sedangkan Tuejeh menawarkan pendekatan yang lebih disiplin, tegas, dan berorientasi pada hasil. Keduanya bisa saling melengkapi untuk menciptakan pemerintahan yang stabil dan kondusif untuk menunjang kemajuan daerah sulawesi utara terutama pada sektor pariwisata baik domestik maupun mancanegara.
Kandouw akan memastikan bahwa pemerintahan tetap merangkul berbagai elemen masyarakat, mendorong dialog, dan mempertimbangkan aspek sosial dalam setiap kebijakan. Di sisi lain, Tuejeh akan menjadi kekuatan pendorong dalam meningkatkan efisiensi pemerintahan dan memperkuat aspek keamanan serta tata kelola yang baik. Dengan latar belakang militer, Tuejeh juga mampu memitigasi berbagai potensi konflik dan menjaga agar pembangunan tetap berjalan di jalur yang aman dan damai.
Harapan Baru bagi Sulawesi Utara
Pasangan Steven Kandouw dan Denny Tuejeh menawarkan kepemimpinan yang kuat dan berkarakter yang saling melengkapi. Keduanya mewakili perpaduan antara pendekatan sipil yang komunikatif dan inklusif dengan pendekatan militer yang tegas dan berdisiplin tinggi. Ini menjadi kunci dalam menciptakan pemerintahan yang efektif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Sulawesi Utara, dengan potensi besar di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan sumber daya alam, membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami bagaimana memaksimalkan potensi tersebut, tetapi juga mampu menjaga stabilitas dan keamanan daerah. Kandouw dan Tuejeh hadir sebagai pasangan yang mampu menghadapi tantangan tersebut dengan pendekatan yang menyeluruh.
Dalam Pilkada Sulawesi Utara, pasangan ini menawarkan visi baru bagi masa depan daerah, di mana pembangunan yang berkelanjutan dan stabilitas menjadi prioritas utama. Mereka berdua membawa harapan akan terciptanya pemerintahan yang tidak hanya efektif dalam mencapai tujuan pembangunan, tetapi juga mampu menjaga keharmonisan sosial dan keamanan yang kuat. ***





