Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Asahan · 16 Mar 2025 23:09 WITA ·

Parapat Berduka! Banjir Bandang Meluluhlantakkan Kota Wisata Parapat Danau Toba


Parapat Berduka! Banjir Bandang Meluluhlantakkan Kota Wisata Parapat Danau Toba Perbesar

Asahan, SulutNews.com – Banjir bandang yang menimpah kota wisata Parapat Danau Toba kabupaten Si Malungun, 16/3/2025 pukul 17.15.wib. menimbulkan Kerugian materi.

Banjir lumpur disertai bebatuan kerikil dan Padas merusak rumah rumah warga,dan juga kendaraan roda Empat dan roda dua.

Akses jalan menuju Siantar -Tapanuli Utara lumpuh total. A.Saragih teman wartawan satu sekolah di STM HKBP Pematang Siantar tahun 1986 yang juga pemilik penginapan di Ajibata Prapat via seluler mengatakan ke SulutNews.com. “Jam 17.15 wib Lae banjir bandang itu, air disertai lumpur dan bebatuan datang dari bukit. Tidak ada satu jam kota Parapat telah digenangi air bercampur lumpur dan bebatuan.
Banyak mobil dan sepeda motor yg terendam air dan airnyapun memasukin rumah warga dan air sudah setinggi lutut orang dewasa” ucapnya.

Selama saya tinggal disini ada 20 tahun tidak pernah terjadi banjir bandang. Kami merasa ada kaitannya dengan pengerusakan hutan yang dilakukan PT Toba Lestari Pulp yang sebelumnya bernama PT Indo rayon. “Perusahaan yg bergerak memproduksi kertas” ujar Saragih.

Selama bertahun tahun Perusahaan PT Toba Pulb Lestari( berdiri 26/4/1983) melakukan penebangan pohon Pinus diseputaran Danau Toba tanpa melakukan penanaman kembali. Dan warga seputaran danau Toba dan juga warga Porsea kabupaten Toba pernah meminta Pemerintah Sumut untuk menutup Perusahaan tersebut, karena efeknya terhadap lingkungan . “Namun Pemerintah Pusat maupun Provinsi tidak ada tanggapan” ujarnya.

 

Foto : Kepala dinas Lingkungan hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara ,Ir Yuliani Siregar MAP

Melalui Media ini masyarakat seputaran Prapat kabupaten Simalungun dan masyarakat Porsea kabupaten Toba mengharapkan agar Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Ir Yuliani Siregar MAP segera mengambil langkah untuk menutup izin Penebangan hutan yang dilakukan PT Toba Lestari Pulb.

Reporter : Agustua Panggabean

Artikel ini telah dibaca 1,315 kali

Baca Lainnya

Kisaran Hujan Deras Anggota LPM dan Aparat Kelurahan Gotong Royong Bersihkan Selokan

6 Maret 2026 - 23:25 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

Hanya Tuhan Yang Tau Kasus MBG di Ba’a: Anak-anak Tak Dapat Makan sudah Lima Bulan, Anggaran Ada – Perlu Klarifikasi dari Pengelola Dapur Metina

27 Januari 2026 - 08:08 WITA

Diduga Uang MBG Lima Bulan Di gelapkan dengan Alasan Dapur di Perbaiki, 9 Sekolah di Kota Ba’a Tak Terima Makanan MBG

27 Januari 2026 - 07:20 WITA

Trending di Bali