MANADO,Sulutnwes.com – Wakil Ketua Panitia Khusus Pembahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perusahaan Daerah (Perumda) DPRD Sulut Raski Mokodompit mengingatkan direksi PDPS untuk meninjau kembali kondisi keuangan daerah sebagai acuan dalam menyusun strategi ke depan. Ia menyebut, kondisi keuangan APBD Sulut sempat berada dalam keadaan cukup sehat, namun dalam dua tahun terakhir mengalami hantaman yang menjadikan pemerintah daerah harus melakukan penghematan.
“APBD kita cukup sehat, tetapi pada periode tahun 2024 -2025 mengalami penurunan dari sisi pendapatan, karena itu, penting bagi PDPS untuk memperhitungkan langkah ke depan,” ujar Raski saat rapat Pansus Senin (10/11/2025).
Juga Politisi partai Golkar ini menjelaskan, pemotongan anggaran dari pemerintah pusat dan berbagai faktor lainnya membuat pemerintah provinsi, mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar dapat berkontribusi lebih dalam peningkatan pendapatan daerah.“Hari ini kita bahas Ranperda Perumda. Artinya, PDPS harus dimaksimalkan. Mungkin Perumda bukan menjadi penyumbang utama PAD, tapi setidaknya dapat menyumbang PAD,” kata Raski
Sementara itu Direktur PDPS Olvie Ateng meminta dukungan dari DPRD agar PDPS dapat diberi kesempatan untuk mengelola potensi daerah, khususnya di Kota Kotamobagu,“Khusus yang dikelola Dinas Perhubungan yang di Kota Kotamobagu cukup tinggi PAD nya dan itu sudah kami survei,” jelas Olvie.
Olvie juga menambahkan, PDPS juga telah melakukan kajian potensi pendapatan dari beberapa wilayah lain di Sulut seperti Minahasa, khususnya Pasar Tondano dan Amurang, kami sudah sampai pada tahap pembahasan MoU dan PKS. Namun karena adanya pergantian kepemimpinan, prosesnya masih kami tahan sementara, saat ini usaha yang dikelolah yakni di sektor pengelolaan parkir.(josh tinungki)





