Menu

Mode Gelap
DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Bisnis · 17 Apr 2026 15:06 WITA ·

Nilai Transaksi SPPA Melonjak 461,6%, BRI Danareksa Sekuritas Jadi Sekuritas Teraktif di 2025


Nilai Transaksi SPPA Melonjak 461,6%, BRI Danareksa Sekuritas Jadi Sekuritas Teraktif di 2025 Perbesar

Perdagangan obligasi di pasar sekunder sepanjang 2025 mencatat lonjakan signifikan, dengan nilai transaksi melalui SPPA mencapai Rp1.382 triliun atau tumbuh 461,6% yoy. Peningkatan ini turut didorong oleh kenaikan RNTH obligasi pemerintah dan korporasi masing-masing sebesar 12% dan 74%, mencerminkan semakin aktifnya partisipasi pelaku pasar serta pergeseran menuju mekanisme transaksi yang lebih transparan dan efisien. Secara fundamental, pasar obligasi Indonesia tetap solid, didukung outstanding SBN yang melampaui Rp6.400 triliun dan total emisi obligasi serta sukuk lebih dari Rp160 triliun sepanjang tahun.

Sejalan dengan dinamika tersebut, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mencatatkan kinerja unggul di bisnis fixed income dan meraih penghargaan Most Active Securities Firm pada SPPA Awards 2025. Sepanjang tahun, BRIDS membukukan transaksi obligasi pemerintah sebesar Rp275 triliun dan obligasi korporasi Rp49 triliun, memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di pasar obligasi domestik serta komitmennya dalam mendukung likuiditas dan pendalaman pasar.

Jakarta, 17 April 2026 – Perdagangan obligasi
di pasar sekunder mencatat lonjakan signifikan sepanjang 2025, seiring
meningkatnya pemanfaatan infrastruktur pasar yang disediakan regulator. Nilai
transaksi melalui Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) tercatat
mencapai Rp1.382 triliun, atau tumbuh 461,6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan ini
turut diikuti oleh pertumbuhan Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH), di mana
obligasi pemerintah dan korporasi masing-masing meningkat sebesar 12% dan 74%
dibandingkan 2024. Lonjakan tersebut mencerminkan semakin aktifnya partisipasi
pelaku pasar, khususnya institusi, serta pergeseran menuju mekanisme transaksi
yang lebih transparan dan efisien. 

Kondisi ini
didukung oleh meningkatnya kebutuhan pengelolaan likuiditas, strategi
diversifikasi portofolio, serta semakin beragamnya instrumen obligasi dengan
profil risiko dan imbal hasil yang kompetitif. Hal ini mendorong frekuensi dan
volume transaksi di pasar sekunder terus bertumbuh.

Secara
fundamental, pasar obligasi Indonesia juga menunjukkan ketahanan yang solid.
Nilai outstanding Surat Berharga Negara (SBN) telah melampaui Rp6.400 triliun,
sementara aktivitas penerbitan obligasi dan sukuk sepanjang 2025 tetap terjaga
dengan total emisi lebih dari Rp160 triliun. Hal ini menegaskan peran strategis
pasar obligasi sebagai sumber pembiayaan sekaligus instrumen investasi utama di
pasar keuangan domestik.

Seiring dengan
meningkatnya aktivitas tersebut, peran perantara perdagangan menjadi semakin
krusial dalam menjaga kelancaran transaksi antar pelaku pasar. SPPA yang
dikembangkan oleh Bursa Efek Indonesia kini semakin menjadi kanal utama bagi
transaksi obligasi antar institusi, dengan proses pembentukan harga yang lebih
transparan dan efisien.

Merespons
dinamika tersebut, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS)
berhasil mencatatkan
kinerja unggul di bisnis fixed income sepanjang 2025, dan meraih
penghargaan sebagai Most Active Securities Firm untuk transaksi fixed
income
dalam ajang SPPA Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek
Indonesia (BEI).

Penghargaan ini
diberikan kepada perusahaan sekuritas dengan total nilai matched transaction
terbesar, yang mencakup seluruh mekanisme transaksi dan instrumen, termasuk
transaksi obligasi dan REPO. Sebelumnya, pada 2024, BRIDS juga meraih
penghargaan sebagai Most Active RFO Trader dan Most Active Securities
Firm
, yang semakin memperkuat rekam jejak perusahaan dalam industri ini.

Plt. Direktur Utama BRIDS, Fifi Virgantria, menyampaikan bahwa pencapaian ini mencerminkan semakin kuatnya peran
perusahaan dalam mendukung likuiditas pasar obligasi nasional.

“Lonjakan
aktivitas di SPPA menunjukkan bahwa pelaku pasar semakin mengandalkan mekanisme
transaksi yang lebih transparan dan efisien. BRIDS melihat ini sebagai momentum
untuk terus memperkuat peran kami dalam memperdalam pasar obligasi domestik,”
ujar Fifi.

Sepanjang 2025,
BRIDS mencatatkan nilai transaksi obligasi pemerintah sebesar Rp275 triliun dan
obligasi korporasi sebesar Rp49 triliun. Kinerja ini semakin mengokohkan posisi
BRIDS sebagai salah satu penyedia layanan obligasi terdepan di pasar modal Indonesia.

Ke depan, BRIDS
melihat potensi pertumbuhan transaksi obligasi akan tetap kuat, seiring
meningkatnya kebutuhan pembiayaan serta strategi investasi berbasis fixed
income di tengah dinamika pasar dan suku bunga. Perusahaan akan terus
memperkuat kapabilitas bisnis dan jaringan distribusi untuk mengoptimalkan
perannya dalam memfasilitasi transaksi pasar obligasi di Indonesia.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 911 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Grand Launching Asuransi MODI (Mobile Digital Insurance) Dari BRI Life, Integrasikan Proteksi dalam Gaya Hidup Modern

21 April 2026 - 22:22 WITA

BRI Finance Dorong Kemandirian Finansial Perempuan di Momentum Hari Kartini

21 April 2026 - 20:25 WITA

BRI Finance Optimalkan Potensi Pasar Daerah melalui Pameran Otomotif di Banyuwangi

21 April 2026 - 20:22 WITA

Menuju Usia ke-45, BINUS University Raih Global Most Innovative Knowledge Enterprise (MIKE) Award 2025: Wujudkan Dampak Berkelanjutan

21 April 2026 - 19:30 WITA

Ketegangan Amerika-Iran Kembali Memanas, Bittime Soroti Pentingnya Diversifikasi Aset Investasi

21 April 2026 - 19:17 WITA

Krakatau Steel Soroti Pergeseran Peta Baja Global, Dorong Penguatan Struktur Pasar Domestik yang Sehat

21 April 2026 - 18:56 WITA

Trending di Bisnis