Rote Ndao, Sulutnews.com – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Oelasin mengambil tindakan tegas dengan menyita motor dinas Supra X 125 milik Kepala Desa Oelasin. Penyitaan ini dilakukan karena motor tersebut diketahui digunakan oleh warga yang bukan lagi penduduk Desa Oelasin, Kamis (4/9/2025).
Seorang anggota BPD Oelasin yang menolak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa masalah ini bermula ketika motor dinas mengalami kerusakan dan diperbaiki oleh Kaur Umum, Mes Nalle, di Ba’a.
“Awalnya, kami mengetahui bahwa motor tersebut rusak dan dibawa ke Ba’a oleh Kaur Umum Mes Nalle untuk diperbaiki. Namun, kelanjutannya tidak kami ketahui karena Kepala Desa Matheos Yeremia Octavianus selalu menghindar dari kami,” jelas anggota BPD tersebut.
Lebih lanjut, BPD menjelaskan bahwa penyitaan dilakukan setelah mengetahui motor tersebut digunakan oleh warga luar desa. “Kami menyita motor tersebut karena digunakan oleh Yes Nalle, yang sudah mengambil surat pindah domisili dari Oelasin. Kami mengamankan motor tersebut karena seharusnya digunakan oleh warga Oelasin, bukan warga lain,” tegasnya.
Bahkan, kondisi motor tersebut sudah tidak seperti aset negara pada umumnya. “Motor sudah dibongkar pasang, tidak seperti motor dinas lagi. Plat nomor kendaraannya pun sudah tidak ada,” tambahnya.
Felipus Ndun alias Kincher, seorang warga Desa Oelasin, menyayangkan kejadian ini. Menurutnya, aset desa seharusnya dimanfaatkan oleh warga dan pemerintah Desa Oelasin, bukan oleh pihak lain.
“Fungsi motor tersebut adalah untuk meningkatkan mobilitas aparatur desa dalam menjalankan tugas secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, seharusnya digunakan oleh Pemerintah Desa atau warga Desa Oelasin, bukan oleh warga lain,” tutur Kincher.
Kincher juga memberikan apresiasi kepada BPD atas respons cepat mereka terhadap masalah ini. “Saya mengapresiasi BPD karena mereka melakukan hal yang wajar. Aset desa tidak boleh digunakan oleh warga lain. Jika digunakan oleh warga lain, ini menimbulkan tanda tanya bagi kita semua. Saya berharap BPD lebih meningkatkan fungsi kontrol terhadap desa agar kedepannya tidak terjadi hal serupa,” jelas Kincher Ndun.
Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak terkait seperti Kepala Desa Oelasin Matheos Octavianus, Camat Rote Barat Daya, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) belum dapat dikonfirmasi.
Reporter: Alden Mesah






