Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Sangihe · 18 Feb 2026 17:47 WITA ·

Miris, Bendera Merah Putih Tercabik-cabik Berkibar di Kantor Syahbandar Kahakitang


Miris, Bendera Merah Putih Tercabik-cabik Berkibar di Kantor Syahbandar Kahakitang Perbesar

Tahuna, Sulutnews.com – Pemandangan memilukan terlihat di Kantor Syahbandar Pelabuhan Kahakitang, Kecamatan Tatoareng. Bendera Merah Putih yang berkibar di halaman kantor tersebut tampak dalam kondisi tercabik-cabik dan lusuh, namun tetap dibiarkan terpasang.

Kondisi ini menuai sorotan dari masyarakat setempat. Warga menilai, sebagai kantor milik pemerintah, sudah sepatutnya menjaga dan menghormati simbol negara. Bendera Merah Putih bukan sekadar kain, melainkan lambang kedaulatan dan identitas bangsa yang sarat nilai sejarah, perjuangan, serta pengorbanan para pahlawan.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku prihatin atas kejadian tersebut.
“Sangat disayangkan. Ini kantor pemerintah, seharusnya lebih memperhatikan hal-hal seperti ini. Bendera itu simbol negara, jangan sampai terkesan tidak dihargai,” ujarnya.

Warga lainnya juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Menurutnya, perhatian terhadap simbol negara merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan serta wujud nasionalisme.

Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tahuna, Meifrit Palanewen, saat dimintai tanggapannya menyampaikan apresiasi atas informasi yang diberikan masyarakat. Ia mengaku belum menerima laporan dari bawahannya terkait kondisi bendera tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas informasinya. Secepatnya akan kami tindak lanjuti dan mengganti dengan bendera yang baru. Sebelumnya kami tidak mendapatkan laporan terkait hal ini,” ujarnya.

Masyarakat berharap, ke depan pengawasan terhadap fasilitas dan simbol negara di lingkungan instansi pemerintah dapat lebih ditingkatkan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
(Andy Gansalangi)

Artikel ini telah dibaca 1,568 kali

Baca Lainnya

Wabup Tendris Bulahari “Warning” ASN Sangihe: Fleksibel Boleh, Tapi Kerja Maksimal

7 April 2026 - 13:32 WITA

Ungke Sangihe Bawa Perubahan di Tubuh Polri: Integritas Tanpa Kompromi Irjen Pol (Purn) Ursinus Elias Medellu

6 April 2026 - 23:58 WITA

Wabup Bulahari Tinjau Kesiapan Kejuaraan Tinju Bupati Cup 2026

6 April 2026 - 17:35 WITA

Antimateri, Zat Termahal di Dunia: 1 Gram Bisa Bernilai 1000 Triliun

6 April 2026 - 15:38 WITA

dr Benly Pantas Sandang Dokter Teladan Jadi Dokter Favorit Masyarakat Tatoareng Sangihe

30 Maret 2026 - 20:03 WITA

Dukcapil Sangihe Permudah Urusan Administrasi Calon TNI/Polri

17 Maret 2026 - 18:19 WITA

Trending di Sangihe