Menu

Mode Gelap
Wagub Steven Kandouw Lantik Wounde Sebagai Penjabat Bupati Sangihe Breaking News Tamuntuan Pergi, Wounde Datang Kecamatan Tatoareng Kepulauan Sangihe Terancam Jatuh Miskin Penjabat Bupati Rote Ndao Oder Maks Sombu Bagikan Telur Susu Bicuit Di Desa Kolobolon Presiden Jokowi Didampingi Gubernur Sulut Olly Dondokambey Resmikan Bendungan Lolak di Kabupaten Bolmong

Bengkulu · 10 Jun 2024 15:26 WIB ·

Minimalisir Kecelakaan Kerja, Perusahaan Harus Utamakan K3


 Minimalisir Kecelakaan Kerja, Perusahaan Harus Utamakan K3 Perbesar

Sulutnews.com, Bengkulu – Sejalan dengan meningkatnya investasi di berbagai sektor industri di Provinsi Bengkulu, penting bagi perusahaan Unit Induk Wilayah (UIW) Bengkulu untuk mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta memberikan jaminan perlindungan bagi semua pekerjanya.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Pemda Provinsi Bengkulu Isnan Fajri saat pembukaan Sosialisasi Pelayanan K3 di Perusahaan dalam Wilayah Pemerintah Provinsi Bengkulu, bertempat di Hotel Splash, Kota Bengkulu, Senin (10/6/2024).

Dikatakan Isnan, hingga saat ini masih sering terjadi risiko dan berbagai masalah di tempat kerja yang sebagian besar terjadi karena kurangnya pemahaman mendalam tentang K3.

“Tantangan utama bekerja di lingkungan yang berbahaya adalah disiplin dan memiliki etos kerja yang baik. Oleh karena itu, ditanamkan betul bahwa tenaga kerja harus memiliki modal dasar berupa disiplin yang tinggi, karena tidak sedikit kecelakaan kerja disebabkan oleh human error,” tegas Isnan.

Ia menambahkan, dalam kegiatan Internasional Labour Conference (ILC) ke-110 tahun 2022 lalu melahirkan keselamatan kerja sebagai hak dasar di tempat kerja (Fundamental Right of Osh).

Kondisi kerja yang selamat dan sehat adalah fundamental bagi pekerjaan yang layak. Negara wajib berperan penting dalam memberikan jaminan keselamatan kerja kepada setiap masyarakat sebagai bentuk perlindungan negara kepada masyarakatnya.

“Agar mekanisme K3 berjalan dengan baik dan meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja di perusahaan. Pihak regulator dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja juga harus melakukan pengawasan manajemen,” demikian Isnan.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Provinsi Bengkulu Syarifudin menjelaskan bahwa saat ini jumlah pengawas tenaga kerja 24 orang hanya mampu mengkover 1.440 perusahaan se- Provinsi Bengkulu. Sementara jumlah perusahaan terdaftar di NIB sebanyak 9.029 perusahaan, sehingga perlu kemandirian perusahaan dalam pelaksanaan K3 di wilayah kerja masing-masing. Tanto.G

Artikel ini telah dibaca 349 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pegawai Lapas Kelas IIA Curup Ikuti Bimbingan Teknis Implementasi Siman V2 di Wilayah Kerja KPKNL Bengkulu

12 June 2024 - 22:06 WIB

Sinergi dan Kolaborasi, Kunci Memerangi Peredaran Penyalahgunaan Narkoba di Provinsi Bengkulu

12 June 2024 - 16:15 WIB

Kepedulian Terhadap Krisis Iklim, Gubernur Rohidin Tanam Pohon dan Launching Buku Anak

12 June 2024 - 16:05 WIB

Sekda Isnan: PKK Mitra Strategis Pemprov Bengkulu dalam Mensejahterakan Masyarakat

12 June 2024 - 10:31 WIB

Abrasi Pantai Ketahun, Gubernur Rohidin Jelaskan Begini

12 June 2024 - 10:21 WIB

Di Hadapan Gubernur Rohidin, Ketua Komite SMKN 5 Bengkulu Utara Minta ‘Jatah’ Guru PPPK

12 June 2024 - 03:08 WIB

Trending di Bengkulu