MANADO,Sulutnews.com – Anggota DPRD Sulut asal daerah pemilihan Nusa Utara (Kabupeten Sangihe, Talaud, Sitaro) Vionita Kuerah menyorot kebijakan Pemerintah Provinsi Sulut melalui Biro Kesra, terkait kebijakan penetapan organisasi keagamaan penerima bantuan. Saat rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Sulut dan Biro Kesra Pemerintah Provinsi yang digelar Selasa (11/3)2025) siang politisi Partai Golkar ini mempertanyakan daftar kelompok keagamaan yang sudah menerima bantuan untuk pembangunan Gereja dan Mesjid.
“Dari data kelompok keagamaan yang telah menerima bantuan sepertinya untuk wilayah Kabupaten Sitaro belum pernah menerima. Apakah memang tidak pernah mengajukan atau wilayah Sitaro tidak mendapatkan perhatian, padahal ada banyak Gereja dan Mesjid yang masih sementara membangun dan membutuhkan bantuan, Pemprov jangan hanya memperhatikan wilayah daratan tetapi harus juga melihat pembangunan Gereja dan Mesjid yang ada di wilayah Kepulauan,” ungkap Vionita.
Ketua Bapemperda DPRD Sulut ini juga berharap untuk alokasi anggaran tahun 2025 ini, bantuan Pemerintah Provinsi untuk kelompok keagamaan wilayah Kabupaten Sitaro mendapatkan jatah.” Jangan terkesan ada pilih kasih tetapi harus melihat pemerataan, sehingga bantuan yang diberikan tidak hanya bagi wilayah daratan tetapi juga dapat dirasakan oleh masyarakat yang ada di wilayah Kepulauan,” kata Vionita.
Sebagaimana diketahui setiap tahun pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran Miliyaran rupiah yang diperuntukan untuk membantu, kegiatan keagamaan yang ada di wilayah Sulut.(Josh tinungki)





