Manado,Sulutnews.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) secara resmi mengumumkan kebijakan pemberian hunian baru untuk korban bencana alam letusan Gunung Ruang di Pulau Ruang Kabupaten Siau Tagulandang Dan Biaro (Sitaro) akan dimulai awal tahun 2026.
Tujuannya penyediaan rumah warga pengungsi bencana erupsi Gunung Ruang tersebut adalah untuk memberikan perlindungan, meringankan beban korban, dan mempercepat proses pemulihan pasca-bencana.
Rumah gratis ini akan diberikan kepada keluarga-keluarga yang berhasil diselamatkan pada peristiwa erupsi Gunung Ruang di Sitaro yang terjadi pada April 2024 dan merupakan erupsi eksplosif dan mengakibatkan bencana alam.
“Ada 287 kepala keluarga (kk) direncanakan akan menikmati rumah gratis ini,” kata Kepala Bidang Pertanahan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan,(Perkimtan) Provinsi Sulawesi Utara Ignasius Bano Istoto,SH secara singkat, usai menghadiri rapat bersama Asisten Gubernur Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sulut bersama sejumlah kepala balai Kementrian PUPR, di Kantor Gubernur Sulut, Jumat (13/11) sore.
Ia menjelaskan rumah gratis tersebut merupakan hunian permanen dan sudah siap ditempati. Lokasinya di Desa Modisi Kabupaten Bolsel. “Sudah selesai dibangun ratusan unit, ada gedung sekolah, gedung ibadah, lapangan olahraga dan kantor kepala desa,” ujar pria yang akrab disapa Pak Banu ini.
Suksesnya pelaksanaan pembangunan hingga akhir 2025, tambahnya lagi, melibatkan balai di lingkungan Kementrian PUPR antara lain Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sulawesi I, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulut, Balai Besar Wilayah Sungai I Sulawesi dan PLN.
Untuk pengadaan lahan, pengadaan jalan dan air bersih sudah rampung, namun melibatkan balai yang lain diluar Perkimtan Sulut, demikian pula dengan pengadaan listriknya akan dilakukan dengan pihak PLN setempat, katanya mengakhiri pembicaraan.
Sementara itu secara terpisah Kasatker Wilayah II Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sulawesi I Alwi Mahdali, ST, MT menambahkan pada akhir tahun 2025
ada beberapa pekerjaan lainnya akan selesai dikerjakan akhir tahun 2025.
“Kita pastikan semua pekerjaan selesai akhir tahun, Sebenarnya kalau bangunan rumah sudah bisa ditempati tetapi listrik belum semua unit terpasang,” ucap Alwi Mahdali menjelaskan tentang kendala yang dihadapi dalam kegiatan rencana peresmian hunian.
Meksipun rumahnya sudah jadi, tatapi kalau air bersihnya belum tersedia, maka hal itu kan tidak mungkin. Jadi kita bekerja move on melanjutkan sampai akhir tahun 2025.
Awal tahun 2026 baru bisa dilakukan peresmian, dengan opsi menerbitkan naskah berita acara, penandatangan dan penyerahan hunian ke Pemprof Sulut, selanjutnya ke Pemkab Bolsel, untuk kemudian diberikan kepada warga pengungsi,” katanya. (Yayuk)







