Rote Ndao,Sulutnews.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rote Ndao menjadi sorotan publik terkait adab dan kinerja mereka. Lebih dari sekadar penegakan peraturan, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana Satpol PP mampu menunjukkan perilaku yang santun dan beretika dalam menjalankan tugasnya.
Kritik terhadap sikap beberapa anggota Satpol PP, termasuk Kasat Pol PP, yang dinilai kurang sopan dan arogan, menjadi isu utama. Masyarakat berharap aparat penegak perda dapat menjadi teladan dalam berinteraksi, bukan justru menimbulkan kekecewaan.
Idealnya, Satpol PP hadir sebagai sosok yang ramah dan membantu masyarakat. Tanggung jawab mereka tidak hanya terbatas pada penertiban aktivitas jual beli di lingkungan kantor Bupati Rote Ndao, tetapi juga menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa harapan ini belum sepenuhnya terpenuhi. Efektivitas kinerja Satpol PP dalam menjalankan fungsi-fungsinya menjadi sorotan. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai keselarasan antara anggaran yang dialokasikan, gaji yang diterima, dan kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat.
Pembinaan disiplin dan penekanan pada etika pelayanan menjadi sangat penting. Kasat Pol PP diharapkan dapat membimbing anggotanya untuk mengedepankan sikap humanis dan profesional dalam setiap tindakan.
Sebagai penutup, integritas, etika, adab, dan rasa hormat kepada masyarakat adalah pilar utama yang harus dijunjung tinggi oleh setiap anggota Satpol PP. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao diharapkan dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan bahwa nilai-nilai ini diinternalisasi dan diimplementasikan dalam setiap aspek tugas Satpol PP. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat dapat dipulihkan, dan citra pemerintahan yang baik dapat terjaga.
Reporter: Dance Henukh






