Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Jakarta · 21 Okt 2024 23:22 WITA ·

Menteri Meutya Hafid Berharap Basis Digital Di Daerah 3T Harus Merata


Foto : Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Viada Hafid (paling depan) Perbesar

Foto : Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Viada Hafid (paling depan)

Jakarta, Sulutnews.com – Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Viada Hafid berharap dapat menjadikan  daerah-daerah di kawasan Indonesia Timur khusus daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) sebagai basis digital.

Hal ini sebagai upaya pemerintah untuk memenuhi  kebutuhan konektifitas di era digital, berikutnya dalam rangka pemerataan kecepatan digital.

“Harapan kalau kita mau Indonesia basisnya digital, koneksi harus merata, dan juga cepat. Untuk itu kita akan melakukan kunjungan kerja bersama para Wamen ke kawasan 3T untuk memeriksa,” kata Mutya Hafid kepada wartawan sehari setelah dilantik sebagai menteri oleh Presiden Prabowo di Jakarta, Senin 21 Oktober 2024.

Dikutip dari laman resmi salah satu media di Jakarta, Menteri Mutya Hafid juga menjelaskan alasan mengapa Presiden Prabowo Subianto mengubah nama Kementerian Komunikasi dan Informatika menjadi Kementrian Komunikasi dan Digital.

Meutya menjelaskan bahwa perubahan nama Kemenkominfo menjadi Kementerian Komdigi adalah upaya menjawab tantangan zaman.

“Kemudian, saya akan ulangi lagi bahwa nama kementeriannya berubah untuk menjawab tantangan zaman jadi memang juga sudah menjadi fokus sesuai astacita bapak Presiden Prabowo, kita juga akan menitikberatkan pada digital jadi nama Komunikasi dan Informatika jadi diubah jadi Komunikasi dan Digital,” kata politisi Partai Golkar yang sebelumnya menjabat Ketua Komisi I DPR-RI Senayan Jakarta ini.

Kebijakan kementrian, tambah Menteri Mutya nantinya akan melanjutkan program perang melawan judi online dan pinjol ilegal. Jadi kebijakan ini akan diikuti dengan keamanan digital secara serius untuk menyingkapi hal dalam rangka pembenahan penggunaan digital.

“Selama saya di komisi I, kami menampung banyak aspirasi terutama keamanan digital itu.  Mereka menitipkan pesan ini perlu secara serius dicarikan solusinya,” katanya.

Dikesempatan itu Menteri Mutya juga berharap dapat memberikan internet kepada anak dan perempuan dalam penggunaan digital, mencegah trafficking, pornografi anak, kekerasan anak. Ini akan menjadi fokus kita dalam pembenahan ulang digital,” katanya. (*/Yayuk)

Artikel ini telah dibaca 1,250 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Debut Pertama Indonesia di Piala Dunia Sepakbola Mini Antalya 2026, Uji Hasil Pembinaan KSMI

11 Oktober 2026 - 23:17 WITA

Timor Leste Buka Jalan Mengirim Wakilnya Dalam Asia Championship 2027 di Sentul

9 Oktober 2026 - 22:52 WITA

Polri Tinggalkan Tagline “Presisi”, Kini Usung “Polisi Bersama Masyarakat”

7 Oktober 2026 - 11:13 WITA

Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

3 Oktober 2026 - 21:44 WITA

KSMI Lakukan Pembaruan Kepengurusan, Sasar Panggung Nasional dan Asia

2 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Tundra Meliala : Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

29 September 2026 - 19:45 WITA

Trending di Jakarta