Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Jakarta · 21 Okt 2024 23:22 WITA ·

Menteri Meutya Hafid Berharap Basis Digital Di Daerah 3T Harus Merata


Foto : Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Viada Hafid (paling depan) Perbesar

Foto : Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Viada Hafid (paling depan)

Jakarta, Sulutnews.com – Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Viada Hafid berharap dapat menjadikan  daerah-daerah di kawasan Indonesia Timur khusus daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) sebagai basis digital.

Hal ini sebagai upaya pemerintah untuk memenuhi  kebutuhan konektifitas di era digital, berikutnya dalam rangka pemerataan kecepatan digital.

“Harapan kalau kita mau Indonesia basisnya digital, koneksi harus merata, dan juga cepat. Untuk itu kita akan melakukan kunjungan kerja bersama para Wamen ke kawasan 3T untuk memeriksa,” kata Mutya Hafid kepada wartawan sehari setelah dilantik sebagai menteri oleh Presiden Prabowo di Jakarta, Senin 21 Oktober 2024.

Dikutip dari laman resmi salah satu media di Jakarta, Menteri Mutya Hafid juga menjelaskan alasan mengapa Presiden Prabowo Subianto mengubah nama Kementerian Komunikasi dan Informatika menjadi Kementrian Komunikasi dan Digital.

Meutya menjelaskan bahwa perubahan nama Kemenkominfo menjadi Kementerian Komdigi adalah upaya menjawab tantangan zaman.

“Kemudian, saya akan ulangi lagi bahwa nama kementeriannya berubah untuk menjawab tantangan zaman jadi memang juga sudah menjadi fokus sesuai astacita bapak Presiden Prabowo, kita juga akan menitikberatkan pada digital jadi nama Komunikasi dan Informatika jadi diubah jadi Komunikasi dan Digital,” kata politisi Partai Golkar yang sebelumnya menjabat Ketua Komisi I DPR-RI Senayan Jakarta ini.

Kebijakan kementrian, tambah Menteri Mutya nantinya akan melanjutkan program perang melawan judi online dan pinjol ilegal. Jadi kebijakan ini akan diikuti dengan keamanan digital secara serius untuk menyingkapi hal dalam rangka pembenahan penggunaan digital.

“Selama saya di komisi I, kami menampung banyak aspirasi terutama keamanan digital itu.  Mereka menitipkan pesan ini perlu secara serius dicarikan solusinya,” katanya.

Dikesempatan itu Menteri Mutya juga berharap dapat memberikan internet kepada anak dan perempuan dalam penggunaan digital, mencegah trafficking, pornografi anak, kekerasan anak. Ini akan menjadi fokus kita dalam pembenahan ulang digital,” katanya. (*/Yayuk)

Artikel ini telah dibaca 1,250 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Audiens dengan Menteri Ekonomi Kreatif RI, CS-SR Perjuangkan Industri Kreatif

14 April 2026 - 23:38 WITA

Walikota Tomohon Hadiri Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

13 April 2026 - 23:09 WITA

Lantik 12 Pejabat, Menaker: Jabatan Bukan Sekadar Posisi, Layanan Publik Harus Jadi Prioritas

7 April 2026 - 23:39 WITA

Kemnaker Siapkan Reward Bagi Perusahaan yang Fasilitasi Peserta Magang Nasional Kantongi Sertifikasi Kompetensi BNSP

6 April 2026 - 23:51 WITA

Siap-siap! Kemnaker Buka Lagi Pembinaan K3 Gratis untuk 2.100 Peserta Pendaftaran dibuka 6–12 April 2026

6 April 2026 - 14:39 WITA

Kolaborasi BINUS Online dan Tribun: Mendorong Literasi Jurnalistik Generasi Muda di Era Digital

6 April 2026 - 11:49 WITA

Trending di Bisnis