Rote Ndao,Sulutnews.com – Menjelang musim kerja sawah dan ladang, masyarakat Dusun Sanama, Desa Fuafuni, Kecamatan Rote Barat Daya (RBD), menghadapi tantangan serius. Kebutuhan akan traktor, baik ukuran kecil maupun besar, sangat mendesak untuk mengolah lahan. Ironisnya, akses terhadap fasilitas ini justru menjadi kendala utama.
Akses Terbatas dan Dugaan Privatisasi Aset Desa
Di tengah kebutuhan yang mendesak, muncul keluhan mengenai terpusatnya sebagian besar peralatan desa, termasuk traktor serta peralatan pertanian dan kelautan lainnya, di lingkungan kantor Desa Fuafuni. Lebih jauh lagi, muncul dugaan bahwa aset-aset tersebut dialihkan menjadi milik pribadi oknum tertentu.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, “Masyarakat sangat kesulitan mencari traktor di musim seperti ini. Seharusnya fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga desa, bukan hanya segelintir orang saja.”
Dugaan privatisasi ini diperkuat dengan adanya laporan penjualan peralatan desa ke luar wilayah Fuafuni. Mesin air, peralatan pertanian, hingga perahu ketinting dikabarkan dijual ke desa-desa lain.
“Ini seperti mengambil uang dari saku kami sendiri untuk membeli barang-barang itu, tetapi kami tidak bisa menikmatinya,” keluh warga lainnya. “Mereka hanya membagikan kepada orang-orang di sekitar kantor desa saja.”
Dampak dan Harapan Masyarakat
Situasi ini berdampak signifikan terhadap produktivitas pertanian dan perekonomian masyarakat Fuafuni. Jika masalah ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan memperburuk kondisi sosial dan ekonomi desa.
Masyarakat sangat berharap agar pemerintah daerah dan pihak berwenang segera turun tangan untuk menyelidiki dugaan penyalahgunaan aset desa ini. Selain itu, mereka juga mengharapkan solusi yang adil dan transparan dalam pengelolaan fasilitas desa, sehingga dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Fuafuni secara merata.
Tanggapan Pemerintah Desa
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Desa Fuafuni terkait tuduhan ini. Pihak media masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut.
Reporter: Dance Henukh





