Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bolmut · 29 Okt 2025 18:29 WITA ·

Mendagri: Sekda Kunci Sukses Program di Daerah


Mendagri: Sekda Kunci Sukses Program di Daerah Perbesar

Mendagri Muhammad Tito Karnavian

Jakarta, Sulutnews.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menegaskan peran krusial sekretaris daerah (Sekda) dalam keberhasilan program pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menjamin pelayanan publik yang optimal.

Dalam arahannya, Mendagri juga menjelaskan empat skenario keuangan daerah:

  1. Skenario Terbaik: Pendapatan tinggi, belanja tinggi
  2. Defisit: Pendapatan rendah, belanja tinggi
  3. Tidak Baik: Pendapatan tinggi, belanja rendah
  4. Tidak Baik: Pendapatan rendah, belanja rendah

Ia menyebut Sekda sebagai jantung pemerintahan daerah (pemda) yang berperan strategis dalam menggerakkan birokrasi.

Hal itu disampaikannya usai membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Sinkronisasi Program dan Kegiatan Kementerian/Lembaga Pemerintah Non-Kementerian dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Tahun 2025 di Balairung Rudini, Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (27/10/2025).

Adapun Rakor tersebut diikuti oleh para Sekda dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dari seluruh daerah di Indonesia.

Tito menyebut kegiatan ini menjadi forum evaluasi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sekaligus sinkronisasi arah kebijakan pembangunan ke depan. Tak hanya itu, forum ini juga menjadi kesempatan bagi para Sekda untuk memperkuat tata kelola anggaran secara lebih efektif, termasuk dalam mendorong efisiensi anggaran.

Tito mencontohkan praktik baik dari Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, yang berhasil menekan belanja birokrasi guna memperbesar alokasi bagi program-program prioritas masyarakat. Selain itu, sejumlah daerah juga terbukti mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa memberikan beban tambahan kepada masyarakat kecil.

“Ada beberapa (daerah) yang sudah ada (melakukannya). Pajak restoran, hotel, itu kan selalu ditarik, tapi belum tentu sampai ke Dispenda. Sehingga dibuat sistem seperti Banyuwangi, sehingga PAD-nya bertambah tapi tidak memberatkan rakyat. Karena memang selama ini sudah dibayar pajaknya,” ungkap Tito dalam keterangannya, Selasa (28/10/2025).

Tito juga menekankan pentingnya kemampuan daerah menangkap peluang dari program pemerintah pusat, termasuk pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Namun demikian, kata dia, pemerintah pusat juga mempertimbangkan rekam jejak kepala daerah dalam menyalurkan program.

“Pasti dicari daerah yang kepala daerahnya track record-nya bagus, mengeksekusinya selama ini baik, tidak dikorupsi. Nah, seperti itu kami sampaikan tadi, dan proaktif dalam membuat perubahan di sana,” tambahnya.

Selanjutnya, Tito juga mendorong pemda untuk menghidupkan sektor riil melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kemitraan dengan sektor swasta. Langkah ini diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi daerah dan menjaga perputaran uang di masyarakat.

Sementara itu, saat disinggung awak media mengenai pelaksanaan Rakor di Kampus IPDN Jatinangor, Tito menyebut pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada jarak yang relatif dekat dengan Jakarta. Menurutnya, akses yang dekat dinilai lebih efektif dijangkau para narasumber yang umumnya sedang melaksanakan program di Jakarta.

Ia pun menjelaskan, Rakor yang digelar selama empat hari ini juga menjadi momentum retret bagi para Sekda. Diketahui acara ini sempat tertunda karena menunggu proses penyesuaian kepala daerah baru dalam menetapkan Sekda, serta menunggu selesainya Pemungutan Suara Ulang (PSU) di sejumlah daerah.

Selanjutnya, menanggapi soal pengawasan terhadap efisiensi yang dilakukan Pemda terkait dinamika dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2026, Mendagri menjelaskan bahwa Kemendagri bakal mengoptimalkan pemantauan melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Hasil pemantauan itu akan ditayangkan secara live streaming agar masyarakat dapat turut mengawasi sekaligus mendorong terciptanya iklim kompetisi yang sehat antardaerah.

Kemudian, Kemendagri juga akan turun langsung ke daerah untuk mengecek kondisi lapangan. Ia memastikan, monitoring daerah tersebut akan terus diperkuat, terutama dengan dukungan dari tiga Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri). Nantinya, tiga Wamendagri akan turun langsung berdasarkan tiga wilayah di Indonesia.

“Kita juga melakukan checking wilayah. Selama ini beberapa Dirjen yang turun, tim Inspektorat, tapi sekarang saya ada tiga Wamen, ya saya bagi tiga,” ucapnya.

Terakhir, dalam keterangannya tersebut, Tito menekankan pentingnya sinergi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Ia menilai implementasi program prioritas nasional perlu difokuskan pada penanganan persoalan mendasar, khususnya kemiskinan dan kebutuhan dasar lainnya.

“Jadi itu kunci-kunci program-program yang harus dikerjakan mereka. Di samping itu, mereka harus bisa mendukung program-program prioritas Bapak Presiden,” pungkas Tito.

Sekda Bolmong Utara dr Jusnan C Mokoginta, MARS dan Kepala Bapelitbang Aroman Talibo, SP turut hadir dalam acara tersebut. *** GG

Artikel ini telah dibaca 2,085 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati & Wabup Datang Menyapa Personil Polres Bolmong Utara

21 Maret 2026 - 14:48 WITA

Ketum AMKI, Tundra Meliala: Kemenangan untuk Memulihkan Keberanian

20 Maret 2026 - 16:20 WITA

Pendaftaran calon Ketua PWI Sulut dan calon Ketua Dewan Kehormatan (DK) Ditutup

20 Maret 2026 - 15:41 WITA

Podcast Institut Marhaenisme27, Soroti Ancaman Kekerasan Terhadap Aktivis

19 Maret 2026 - 23:52 WITA

Idulfitri-1 Syawal 1447 H Ditetapkan Sabtu 21 Maret 2026

19 Maret 2026 - 23:10 WITA

Selamat Hari Raya Nyepi dari Julie Sutrisno Laiskodat, B.B.A

19 Maret 2026 - 20:10 WITA

Trending di Internasional