Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bolmut · 17 Sep 2025 10:44 WITA ·

Melintasi Teori Zig Zag Habibinomics & Kebijakan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa; Paket Ekonomi Keuangan Menuju Solusi Krisis


Melintasi Teori Zig Zag Habibinomics & Kebijakan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa; Paket Ekonomi Keuangan Menuju Solusi Krisis Perbesar

Bolmong Utara, Sulutnews.com – Dilansir dari berbagai sumber media publik, Indonesia kehilangan negarawan genius Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie yang wafat di usia 83 tahun pada hari Rabu, 11 September 2019.

Dunia menyoroti jejaknya yang luar biasa, tak hanya sebagai arsitek pesawat terbang tapi juga pengadopsi teori ekonomi aneh tahun 1990-an.

Di era Presiden Prabowo Subianto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan manuver komunikasi kebijakan: Paket Ekonomi Keuangan Menuju Solusi Krisis, membawa dampak kepanikan dari para pialang bursa saham dan broker jual beli nilai mata uang. Rabu (17/09/2025).

Banyak investor asing yang menganggap kepresidenan Habibie menakutkan. Salah satu alasannya adalah advokasi Habibie tentang “teori zig-zag”, sebuah teori ekonomi yang aneh. Habibie percaya bahwa memotong suku bunga, kemudian menggandakannya, lalu memangkasnya lagi, akan mengurangi inflasi.

Para kritikus mencemooh kemampuannya. “Dia adalah badut, pelawak, penghibur,” kata Jusuf Wanandi, direktur Pusat Studi Strategis dan Internasional di Jakarta dalam ulasan biografi Habibie di situs web biography.yourdictionary.com.

Meski dicemooh para pialang bursa saham dan penjudi Kurs, atau yang dikenal juga sebagai broker nilai tukar harga satu mata uang terhadap mata uang lainnya.

Dalam konteks perdagangan internasional dan jeratan ekonomi global, kurs memainkan peranan penting karena menentukan nilai suatu mata uang saat ditukar dengan mata uang lain. Sehingga nilai mata uang rupiah menjadi tumbal di meja rolet perekonomian kapitalisme global.

Ketika Habibie mulai berbicara, semua orang mendengar. Itulah kali pertama di depan publik Habibie mengemukakan Teori Zig Zag untuk menstabilkan gejolak moneter.

Saat BJ Habibie menjadi presiden beberapa bulan dan — bersama serangkaian kebijakan lainnya — sukses menstabilkan moneter. Dolar merosot dari Rp 16.00 menjadi Rp 6.500.

Habibie membalik ramalam Lee Kuan Yew, saat itu telah menjadi menteri senior Singapura, bahwa dolar akan menjadi Rp 20 ribu jika sang teknokrat menjadi presiden.

Dalam satu kesempatan berbicara kepada wartawan, Habibie komentarnya soal suksesnya membalikan ramalam Lee Kuan Yew. Habibie menjawab;

“Mr Lee Kuan Yew sangat fair. Dia menelepon saya ketika saya bisa menciptakan sentimen positif, dan dolar menjadi Rp 6.500.”

Teori zig zag terlupakan bersamaan lengsernya BJ Habibie. Jusman Safi’i Djamal, yang membantu Habibie merumuskan teori itu, sempat menulis tentang teori ini. Menurutnya, teori zig zag menggunakan pendekatan stabilisasi aerodinamika.

Saat ini, di era Presiden Prabowo Subianto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa adalah Menteri Keuangan kedua sejak era reformasi yang memiliki latar belakang pendidikan teknik atau insinyur.

Menteri Keuangan pertama pada era reformasi (1998 – 1999), Bambang Subianto , adalah insinyur Teknik Kimia. Sementara itu, Purbaya merupakan insinyur Teknik Elektro. Keduanya sama-sama insinyur lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang akhirnya ‘banting setir’ menjadi ekonom.

Sejak era reformasi, praktis hanya Presiden RI ke-3 B.J. Habibie, dan Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto, yang memilih mengangkat Menteri Keuangan berlatar belakang insinyur.

Presiden-presiden lainnya lebih banyak menunjuk Menteri Keuangan yang memiliki latar belakang pendidikan strata sarjana di bidang ekonomi atau ilmu sosial lainnya.

Bambang Subianto menjabat Menteri Keuangan pada Kabinet Reformasi Pembangunan yang memulai masa kerjanya pada 23 Mei 1998 dalam kondisi ekonomi Indonesia yang terpuruk.

Sebagai gambaran, pada Mei 1998 nilai tukar rupiah terhadap dolar AS anjlok pada titik terendahnya, hingga mencapai level Rp 16.800.

Menteri Keuangan Bambang Subianto terbukti berhasil mengawal ekonomi kita melewati krisis saat itu. Nilai tukar rupiah tercatat menguat pada level Rp 7.385 per dolar AS di akhir penugasan Kabinet Reformasi Pembangunan pada 20 Oktober 1999. Rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp 6.550 per dolar AS pada 28 Juni 1999, level terkuat rupiah sepanjang era reformasi hingga saat ini.

Penunjukan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (8/9/2025) lalu tentu mengingatkan kita pada penunjukan Menteri Keuangan Bambang Subianto pada 27 tahun yang lalu.

Keduanya sama – sama Insinyur. Keduanya sama – sama ditunjuk sebagai Menteri Keuangan dalam kondisi ekonomi yang tidak baik – baik saja.

Keduanya juga sama – sama ditunjuk sebagai Menteri Keuangan tidak lama setelah aksi demonstrasi besar yang masif di beberapa kota di Indonesia.

Hanya beberapa jam setelah dilantik, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa langsung mencuri perhatian publik. Beberapa pernyataannya yang terkesan ‘koboi’ menjadi perbincangan hangat di berbagai platform digital hari itu.

Masyarakat memang masih berada dalam situasi yang sensitif, setelah seminggu sebelumnya dibayangi oleh aksi demonstrasi besar yang secara kolektif menguras energi dan emosi.

Hal itu tercermin langsung pada Rabu (10/9/2025) yang lalu saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR – RI. Menkeu Purbaya mengakui bahwa demonstrasi yang besar pada akhir Agustus lalu adalah akibat dari tekanan ekonomi yang berkepanjangan karena kesalahan kebijakan fiskal dan moneter yang sebetulnya ada pada kendali pemerintah sendiri.

Kontribusi sektor swasta yang sedang tertekan akibat likuiditas yang seret harus segera dicarikan solusinya. Pemerintah harus mendorong sektor swasta untuk terus berjalan dan tumbuh melalui berbagai kebijakan fiskal dan moneter yang mendukung ekosistem usaha.

Tidak sampai seminggu sejak dilantik, Menteri Keuangan Purbaya langsung melakukan gebrakan pertamanya : menyalurkan 200 triliun duit negara di Bank Indonesia kepada lima bank Himbara.

Langkah ini ditujukan untuk memberikan guyuran likuiditas sehingga sektor riil dapat kembali bergerak. Tentu dana tersebut harus betul – betul kemudian disalurkan lewat penyaluran kredit dan pembiayaan oleh kelima bank Himbara tersebut untuk menggerakkan roda perekonomian.

Anda tentu bisa memahami pemikiran Menteri Purbaya : mendorong kenaikan jumlah uang beredar (money supply) dan juga kecepatan perputaran uang (velocity of money). Sesuai rumus dasar persamaan kuantitas uang, Jika jumlah uang beredar dan kecepatan perputaran uang naik, maka akan terjadi potensi kenaikan di 2 aspek ini : harga serta output barang dan jasa.

Tentu yang kita harapkan adalah kenaikan yang signifikan pada jumlah output barang dan jasa. Kenaikan yang signifikan pada jumlah output barang dan jasa berarti kenaikan yang signifikan pada GDP kita, yang berarti ekonomi kita juga bertumbuh secara signifikan.

Sedangkan kenaikan pada harga akan menyebabkan inflasi yang tentu akan kembali memberikan tekanan pada pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Lalu pertanyaan selanjutnya : bagaimana menjaga agar kenaikan yang signifikan terjadi pada jumlah output barang dan jasa bukan pada harga?

Jawabannya sederhana : Penyaluran dana stimulus pemerintah oleh perbankan tersebut harus benar – benar diawasi dan difokuskan pada pembiayaan modal kerja yang bersifat produktif. *** GG

Artikel ini telah dibaca 1,490 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berkah Ramadhan, Kapolres Bolmong Utara Berbagi Takjil di Jalur Trans Sulawesi

26 Februari 2026 - 19:47 WITA

Wabup Moh Aditya Pontoh Sangat Peduli Pemberdayaan UMKM

25 Februari 2026 - 20:17 WITA

Puasa 1 Ramadhan 1447 H Dimulai 19 Februari 2026

18 Februari 2026 - 00:24 WITA

Prosesi Adat Mopohabaru / Mopotau Menjelang Awal Puasa Ramdhan 1447 H Bolmong Utara

14 Februari 2026 - 17:47 WITA

Lokasi Pembangunan Tambak Udang Vaname Di Biontong Ditinjau Lansung Direktur KKP Bappenas

13 Februari 2026 - 21:53 WITA

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji 68 Pejabat Manajerial Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolmong Utara

13 Februari 2026 - 16:15 WITA

Trending di Bolmut