Rote Ndao, Sulutnews.com – Kasus dugaan manipulasi data dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencapai titik klimaks. Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao menunjukkan kegeraman atas laporan yang menyeret oknum kepala sekolah (Kepsek), Sarce Adu, yang diduga kuat “menyulap” dokumen Melfin Maicthison Bailao hingga lolos seleksi P3K.
Plt. Kadis Pendidikan Rote Ndao langsung bergerak cepat melakukan investigasi mendalam terhadap dugaan keterlibatan Sarce Adu, mantan Kepala Sekolah SD GMIT Oesamboka yang kini bertugas di SD Sanggoen. Sarce Adu diduga kuat memalsukan data Melfin Maicthison Bailao, S.Pd., seorang guru honorer yang identitasnya dipertanyakan, demi memuluskan jalannya dalam seleksi P3K.
Kejanggalan demi kejanggalan terungkap. Nama Melfin Maicthison Bailao tercatat dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN) pusat, namun misteriusnya, namanya tidak ditemukan dalam data non-ASN Kabupaten Rote Ndao yang telah dikunci sejak Oktober 2022. Pertanyaan besar muncul: dari mana Melfin Maicthison Bailao mendapatkan dokumen untuk mengikuti seleksi P3K?

Tak hanya itu, Melfin Maicthison Bailao diduga keras tidak memenuhi syarat masa kerja minimal 2 tahun sebagai guru honorer untuk mengikuti tes PPPK Tahap I jalur khusus (kode R3). Informasi yang dihimpun mengungkap bahwa Melfin Maicthison Bailao baru mulai mengabdikan diri sebagai guru honorer di SD GMIT Oesamboka pada Maret 2022.
“Tugas Plt. Kadis Pendidikan Kabupaten Rote Ndao saat ini adalah memanggil semua pihak terkait, termasuk Kepsek Sarce Adu, untuk dimintai keterangan dan mengusut tuntas dugaan mafia dokumen ini,” tegas sumber terpercaya yang meminta anonimitasnya.
Hingga saat ini, Sarce Adu memilih bungkam dan belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan yang dialamatkan kepadanya. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp pun tak membuahkan hasil.
Ironisnya, kasus ini menciptakan keresahan di kalangan tenaga honorer lain yang memenuhi syarat dan mengikuti prosedur seleksi dengan jujur. Masyarakat Rote Ndao menaruh harapan besar kepada Bupati Rote Ndao dan aparat hukum untuk mengusut tuntas dugaan kecurangan yang terjadi di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rote Ndao. Mereka mendesak agar sanksi tegas diberikan kepada semua pihak yang terlibat dalam praktik “mafia” pemalsuan dokumen Melfin Maicthison Bailao.
Reporter: Dance Henukh






