Menu

Mode Gelap
Walikota Tomohon Caroll Senduk Didampingi Sekot Edwin Roring Hadiri Dialog Publik “Masyarakat Bertanya Walikota Menjawab” Pelestarian Laut Dukung Peningkatan Pariwisata, Suzuki Indonesia Adakan Bersih-Bersih Pantai Bunaken Dengan Ratusan Pelajar Wagub Steven Kandouw Lantik Wounde Sebagai Penjabat Bupati Sangihe Breaking News Tamuntuan Pergi, Wounde Datang Kecamatan Tatoareng Kepulauan Sangihe Terancam Jatuh Miskin

NTT · 20 Jun 2024 23:02 WIB ·

Masyarakat Dua Desa Di Kabupaten Rote Ndao Desak Menteri Agus Harimurti Yudhoyono Tindak Tegas Oknum Pegawai Pertanahan Rote


 Masyarakat Dua Desa Di Kabupaten Rote Ndao Desak Menteri Agus Harimurti Yudhoyono Tindak Tegas Oknum Pegawai Pertanahan Rote Perbesar

Rote Ndao, Sulutnews.com – Masyarakat Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), meminta kepada Menteri Pertanahan Nasional, Agus Harimurti Yudhoyono, untuk menindak tegas atau bahkan memecat seorang oknum pegawai kantor pertanahan kabupaten setempat. Taufiqul Al Mutamimimul Ula, S.ST, yang menjabat sebagai Kepala Seksi Survei dan Pemetaan serta Ketua Satuan Tugas Fisik Kantor ATR/BPN Kabupaten Rote Ndao, diduga kuat terlibat dalam praktik mafia tanah di dua desa, yakni Desa Sedeoen dan Desa Mboeain, Kecamatan Rote Barat.

Menurut laporan warga dua Desa di kabupaten Rote Ndao, Taufiqul Al Mutamimimul  perbuatan mafia Tanah sudah sejak lama dirinya terlibat dalam berbagai kasus mafia tanah di kabupaten tersebut. Ia dituduh mencaplok tanah milik warga dengan imbalan yang mahal, sehingga tanah yang sudah bersertifikat diterbitkan ulang oleh pihak pertanahan.

“Oknum pegawai ini sangat mahir dalam cara-cara mencaplok tanah orang dengan iming-iming bayaran yang sangat tinggi,” ungkap salah satu warga yang menjadi korban. Ia menambahkan bahwa Taufiqul telah menerbitkan sertifikat baru di atas sertifikat asli milik warga, sebuah tindakan yang jelas melanggar hukum dan merugikan banyak pihak.

Lebih lanjut, tuduhan terhadap Taufiqul juga melibatkan konspirasi untuk merampas sebagian tanah milik masyarakat Desa Sedeoen dan Desa Mboeain, serta tanah milik individu dengan inisial Ustadz GB. “Lokasi tanah yang dipersoalkan saat ini telah diterbitkan sertifikat di atas sertifikat dan banyak sekali Tanah masyarakat yang punya sertifikat di atas sertifikat,” tambah warga Desa SEDEOEN Dan masyarakat Desa MBOEAIN.

Masyarakat berharap agar Bapa AHY Menteri Pertanahan Nasional segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum pegawai ini demi menjaga keadilan dan kepercayaan publik terhadap lembaga pertanahan. Mereka juga mendesak adanya penyelidikan menyeluruh terhadap praktik mafia tanah yang telah merugikan banyak warga di Kabupaten Rote Ndao.

Dengan adanya dugaan kuat dan bukti-bukti yang telah diajukan, masyarakat Kabupaten Rote Ndao menanti respons cepat dari pemerintah pusat untuk menyelesaikan masalah ini dan memberikan sanksi yang setimpal kepada pelaku.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,420 kali

Baca Lainnya

BPKP NTT Berkomitmen Ungkap Kasus Tipikor di Rote Ndao

4 July 2024 - 10:27 WIB

9 Tahun Berbakti Dan Melayani Masyarakat NTT Jane Natalia Suryanto NTT Adalah Tempat untuk Dirinya Melayani

2 July 2024 - 16:37 WIB

Bungkam BPKP Provinsi NTT Untuk Kerugian Negara Kasus COVID-19 di Rote Ndao

28 June 2024 - 19:08 WIB

Youth Rote Movement: Aksi Bersih Sumber Air Oemau dan Lelain sebagai Bentuk Cinta Rote Ndao

28 June 2024 - 16:33 WIB

Hiskia Simarmata : Kasus Dugaan Penipuan Dan Penyerobotan Tanah oleh Karyawan BUMN, Jenzi Lukius Gasperz Dan Devit Alnabe Terus Berlanjut

24 June 2024 - 19:26 WIB

Gelombang Besar Guncang Kapal Feri Ranaka, Penumpang Panik Putra Henukh Berdoa

23 June 2024 - 22:39 WIB

Trending di NTT