Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Asahan · 19 Jul 2025 19:41 WITA ·

Masyarakat Asahan dan Kader Yang Mengikuti Jambore Posyandu ke 12 Kecewa dengan Hidangan Bau Menyengat


Masyarakat Asahan dan Kader Yang Mengikuti Jambore Posyandu ke 12 Kecewa dengan Hidangan Bau Menyengat Perbesar

Asahan, Sulutnews.com – Jambore Posyandu yang setiap tahunnya diadakan di Kabupaten Asahan untuk tahun ini yang jatuh pada tanggal 17-19 Juli 2025 diadakan dilapangan bola kaki milik PTPN kebon Sei Dadap menuai kritikan dan ketidak puasan masyarakat dan peserta kader atas hidangan daging ayam percak yang disuguhin save Nasional,pasalnya daging ayam percak tersebut tercium aromah tidak sedap (bauh busuk).

Untuk apa diundang save dari Jakarta kalau hanya buat hidangan yang aromahnya berbauh busuk begini,ujar seorang ibu peserta jambore posyandu dari Aek Songsongan yang tidak ingin disebut namanya.

Diundang dibayar puluhan juta hanya untuk memasak ayam percak yang bauh begini,saya tidak memakannya ,walaupun saya bawa ini namun akan saya kasih sama binatang peliharaan saya ujar ibu dari kecamatan Rawang Pancaarga,saya sudah tiap tahun mengikuti acara jambore seperti ini yang diadakan Pemerintah Asahan,namun baru kali ini saya dan para peserta lainnya sangat..sangat kecewa.Sudahlah perut lapar disuguhin masakan daging yang berbauh,pungkasnya.

Tiara Aritonang ketua LSM yang hadir, juga melihat dan mencium aroma yang nggk sedap dari tungku besar yang disajikan save Nasional menyatakan,Apakah Bupati Asahan Taufiq Siregar tidak mencium aroma dari daging ayam tersebut,atau bupati sengaja membiarkan padahal beliau saya lihat diminta save Nasional untuk menuangkan bumbu ke tungku masakan daging ayam itu.

Saya lihat bupati didampingi ahli Gizi Nasional yang juga hadir dalam rangka sosialisasi Makan Gratis Bergizi buat anak anak sekolah/

Dana begitu besar apalagi mendatangkan ahli memasak Nasional,dan ini sudah tidak benar kalau yang disajikan bukan makanan bergizi tapi makanan busuk,Saya akan menyurati Dinas Kesehatan,tentang daging ayam yang disajikan,dan berapa anggarannya karena dinas tersebut ketua Panitianya.ujarnya .

Menurut Informasi yang didapat wartawan diduga daging ayam itu dimasak tanggal 18/7 pagi hari,dan tanggal 19/7 siang hari tercium sudah berbau,oleh panitia dicuci dan digoreng,kemudian dimasak kembali ditungku besar oleh save ,lalu diminta bupati menuangkan bumbu.Namun aroma busuk tersebut tidak bisa hilang,dan daging itulah kemudian di kemas panitia lalu dibagikan ke peserta.

Reporter : Agustua Panggabean

Artikel ini telah dibaca 1,024 kali

Baca Lainnya

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

Hanya Tuhan Yang Tau Kasus MBG di Ba’a: Anak-anak Tak Dapat Makan sudah Lima Bulan, Anggaran Ada – Perlu Klarifikasi dari Pengelola Dapur Metina

27 Januari 2026 - 08:08 WITA

Tak Henti-henti Usman Husin Anggota DPR RI Memberikan Perhatian kepada Masyarakat NTT

20 Januari 2026 - 21:30 WITA

Tak Henti-henti Usman Husin Anggota DPR RI Memberikan Perhatian kepada Masyarakat NTT

20 Januari 2026 - 20:44 WITA

Trending di Asahan