Kabupaten Rote Ndao,Sulutnews.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar dan pertalite, di sejumlah pengecer dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Rote Ndao, telah menjadi sorotan serius bagi masyarakat setempat. Kondisi ini menghambat berbagai aktivitas ekonomi dan sosial, memicu kekhawatiran yang mendalam di kalangan berbagai pihak, termasuk mahasiswa Hukum dari Universitas Nusa Lontar Rote (Unstar), yang mulai mengajukan pertanyaan kritis terkait penyebab dan solusi atas masalah ini.
Mahasiswa Hukum Unstar, sebagai bagian integral dari komunitas Rote Ndao, merespons dengan cepat terhadap isu yang meresahkan ini. Salah satu tokoh mahasiswa yang menonjol, Yunor Lafu, yang juga menjabat sebagai Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Rote, memimpin upaya untuk menyuarakan keprihatinan ini ke tingkat yang lebih tinggi.
“Dalam kajian kami,” ujar Yunor Lafu,Kepada Media ini Rabu 8 Mei 2024 “kelangkaan BBM di Rote Ndao tidak hanya merupakan masalah praktis sehari-hari, tetapi juga mencerminkan ketidaksetaraan dalam akses terhadap sumber daya yang mendasar bagi kehidupan kami di pulau ini. Ini adalah masalah hak asasi manusia yang mendesak perhatian dan tindakan serius dari semua pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan pusat.”
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa Unstar tidak hanya menyoroti ketidakmampuan pemerintah daerah untuk menjamin ketersediaan BBM yang memadai, tetapi juga menggali kemungkinan adanya praktik-praktik yang tidak jujur atau korupsi yang mungkin terjadi di tingkat lokal. Selain itu, mahasiswa juga menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam manajemen sumber daya energi di wilayah tersebut.
Sementara itu, di tengah-tengah persiapan untuk pemilihan pemimpin baru di Rote Ndao, masalah kelangkaan BBM telah menjadi sorotan utama dalam debat publik. Warga menyuarakan kebutuhan mendesak akan solusi yang konkrit dan berkelanjutan dari para kandidat untuk mengatasi masalah ini, serta untuk memastikan bahwa hak-hak dasar masyarakat, termasuk akses terhadap BBM, dijamin dengan baik.
Pemerintah daerah Rote Ndao pun dipanggil untuk bertindak tegas dalam menangani masalah ini. Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk mahasiswa, pemimpin masyarakat, dan sektor swasta, diharapkan bahwa langkah-langkah yang diperlukan dapat diambil untuk mengatasi kelangkaan BBM dan mencegah terulangnya masalah serupa di masa depan.
Reporter : Dance henukh







