Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

NTT · 8 Mei 2024 18:06 WITA ·

Mahasiswa Unstar Pertanyakan Kelangkaan BBM di Rote Ndao


Mahasiswa Unstar Pertanyakan Kelangkaan BBM di Rote Ndao Perbesar

Kabupaten Rote Ndao,Sulutnews.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar dan pertalite, di sejumlah pengecer dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Rote Ndao, telah menjadi sorotan serius bagi masyarakat setempat. Kondisi ini menghambat berbagai aktivitas ekonomi dan sosial, memicu kekhawatiran yang mendalam di kalangan berbagai pihak, termasuk mahasiswa Hukum dari Universitas Nusa Lontar Rote (Unstar), yang mulai mengajukan pertanyaan kritis terkait penyebab dan solusi atas masalah ini.

Mahasiswa Hukum Unstar, sebagai bagian integral dari komunitas Rote Ndao, merespons dengan cepat terhadap isu yang meresahkan ini. Salah satu tokoh mahasiswa yang menonjol, Yunor Lafu, yang juga menjabat sebagai Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Rote, memimpin upaya untuk menyuarakan keprihatinan ini ke tingkat yang lebih tinggi.

“Dalam kajian kami,” ujar Yunor Lafu,Kepada Media ini Rabu 8 Mei 2024 “kelangkaan BBM di Rote Ndao tidak hanya merupakan masalah praktis sehari-hari, tetapi juga mencerminkan ketidaksetaraan dalam akses terhadap sumber daya yang mendasar bagi kehidupan kami di pulau ini. Ini adalah masalah hak asasi manusia yang mendesak perhatian dan tindakan serius dari semua pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan pusat.”

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa Unstar tidak hanya menyoroti ketidakmampuan pemerintah daerah untuk menjamin ketersediaan BBM yang memadai, tetapi juga menggali kemungkinan adanya praktik-praktik yang tidak jujur atau korupsi yang mungkin terjadi di tingkat lokal. Selain itu, mahasiswa juga menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam manajemen sumber daya energi di wilayah tersebut.

Sementara itu, di tengah-tengah persiapan untuk pemilihan pemimpin baru di Rote Ndao, masalah kelangkaan BBM telah menjadi sorotan utama dalam debat publik. Warga menyuarakan kebutuhan mendesak akan solusi yang konkrit dan berkelanjutan dari para kandidat untuk mengatasi masalah ini, serta untuk memastikan bahwa hak-hak dasar masyarakat, termasuk akses terhadap BBM, dijamin dengan baik.

Pemerintah daerah Rote Ndao pun dipanggil untuk bertindak tegas dalam menangani masalah ini. Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk mahasiswa, pemimpin masyarakat, dan sektor swasta, diharapkan bahwa langkah-langkah yang diperlukan dapat diambil untuk mengatasi kelangkaan BBM dan mencegah terulangnya masalah serupa di masa depan.

Reporter : Dance henukh

Artikel ini telah dibaca 1,677 kali

Baca Lainnya

Debat Pandangan Ammy Amelia Plt Bupati Cilacap: Haruskah KPK Memberi Peringatan Sebelum Melakukan OTT?

4 April 2026 - 08:18 WITA

Bupati Paulus Henuk Bersama Dirjen KKP Dan Perwakilan PLN Pertamina Patra Niaga Energi, Garam, dan Harapan dari Timur

2 April 2026 - 07:59 WITA

Usman Husin Dorong Perhutanan Sosial NTT Sebagai Motor Perekonomian Masyarakat

1 April 2026 - 17:49 WITA

Di Balik Jubah Pdt. David Selan Di duga ada perbuatan melawan hukum Dengan Salah satu Pengerja

31 Maret 2026 - 12:07 WITA

DIDUGA WM STAF PUSKESMAS OELE HINA TETANGGA, DILAPORKAN KE POLSEK ROTE SELATAN

30 Maret 2026 - 19:48 WITA

Sebulan Penuh April 2026 – Semarak HUT Rote Ndao ke-24 dan Paskah 2026

30 Maret 2026 - 15:56 WITA

Trending di Internasional