Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bitung · 12 Okt 2025 02:12 WITA ·

Ledakan Bom dan  Flare Gun Sailing Pass FPSL 2025 Simbol Panjang Tradisi Bahari 


Ledakan Bom dan  Flare Gun  Sailing Pass FPSL 2025 Simbol Panjang Tradisi Bahari  Perbesar

Bitung, Sulutnews.com — Dentuman keras menggema di langit Selat Lembeh, Jumat(10/10/2025) pagi.

Tembakan flare gun ke udara di susul dua ledakan TNT berkekuatan sedang, bukan tanda bahaya.

Melainkan isyarat dimulainya Sailing Pass Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2025.

Momen pembuka penuh semangat ini dipimpin langsung oleh Komandan Satrol (Dansatrol) Koarmada VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits, E.D., S.E., M.Tr. Hanla., CRMP.

Suara stom kapal terdengar, menambah semarak dengan  15 armada TNI Angkatan Laut ikut bermanuver.

20 perahu mural dan  90 kapal dari nelayan dan instansi lainnya mulai berlayar,  menampilkan ragam ciri khas laut  Bitung.

Sailing Pass sejak awal FPS, parade ini sudah menjadi antraksi utama yang memperlihatkan potensi maritim Bitung sebagai  Pintu Gerbang Pasifik.

Sebelumnya, kapal perang, perahu nelayan dan kapal pesiar berbaris rapi melintasi Selat Lembeh sebagai simbol kejayaan bahari dan kebanggaan warga pesisir.

Seiring waktu, semakin berkembang.  perahu-perahu mulai dihias dengan kain dan ornamen berwarna.

Sayangnya, banyak bahan yang digunakan saat itu tidak ramah lingkungan.

Kemudian, perubahan besar datang pada FPSL 2021, ketika seniman lokal, komunitas nelayan, dan Pemerintah Kota Bitung berkolaborasi menghadirkan ide perahu mural.

Setiap kapal dan perahu  dilukis  warna, bukan lagi dihias dengan plastik atau Styrofoam.

Tujuannya sederhana, selain memberi ruang ekspresi bagi seniman muda dan menjadikan parade laut lebih indah dan Instagrammable, juga menunjukkan identitas Bitung sebagai kota kreatif berbasis bahari.

Dan setiap tahun jumlah perahu mural terus bertambah. Tahun 2023 misalnya, lebih dari 30 perahu tampil dengan tema flora-fauna laut, budaya lokal, hingga ikon Tangkoko dan monyet yaki.

Kini, di 2025, parade ini makin ramai dan jadi magnet utama FPSL.

Saat ini, di puncak FPSL 2025, hadir Bitung Harmony Day, sebagai perayaan yang memadukan keindahan laut, seni, dan semangat gotong royong masyarakat Bitung.

Masyarakat menyaksikan kapal-kapal berlayar dengan berbagai ragam. nelayan, pelaut dan seniman bersatu dalam gerak yang menggambarkan kebersamaan khas kota bahari ini.

“Ini bukan sekadar kapal yang lewat,” ujar salah satu penonton sambil mengabadikan momen itu.

“Tapi tentang kebanggaan dan kebersamaan kita menjaga laut yang sudah jadi bagian hidup orang Bitung.”katanya.

Sailing Pass Perahu Mural bukan hanya parade laut biasa. Ia telah menjadi galeri seni terapung di tengah Selat Lembeh sebagai simbol perpaduan tradisi bahari, kreativitas anak muda, dan semangat harmoni masyarakat pesisir.

(Tzr)

Artikel ini telah dibaca 1,121 kali

Baca Lainnya

Petani Ditemukan Meninggal di Kebun Duasudara

19 Maret 2026 - 16:16 WITA

Pemeriksaan Keimigrasian Immigration on Ship (IOS) pada Kapal Pesiar RMS Queen Mary 2 di Pelabuhan Bitung

17 Maret 2026 - 22:59 WITA

Lonjakan Penumpang Kapal Laut Jelang Lebaran, KM Sinabung Berangkat dari Bitung dengan 3.025 Orang

16 Maret 2026 - 13:52 WITA

Tebar Kebaikan di Bulan Suci Ramadhan, Kodim 1310/Bitung Bersama Ormas Brigade Nusa Utara Bagikan Takjil kepada Masyarakat

14 Maret 2026 - 21:14 WITA

Jajaran Perumda Pasar Bitung Gelar Buka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan

14 Maret 2026 - 19:59 WITA

 KPU Bitung Bantah Narasi Negatif dalam Pemberitaan

14 Maret 2026 - 15:03 WITA

Trending di Bitung