Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bengkulu Selatan · 10 Sep 2024 17:05 WITA ·

Lapas Curup Olah Lahan Tidur Jadi Sarana Asimilasi dan Edukasi WBP


Lapas Curup Olah Lahan Tidur Jadi Sarana Asimilasi dan Edukasi WBP Perbesar

Rejanglebong,Sulutnews.com –  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup olah lahan untuk dijadikan sarana asimilasi dan edukasi bagi WBP. Hal ini merupakan salah satu upaya Lapas Curup untuk meningkatkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.

“Meski terbatas, kami punya lahan yang masih memungkinkan untuk dimanfaatkan, sangat disayangkan kalau tidak dikelola dengan baik. Kami berupaya membuat Sarana Asimilasi dan Edukasi yang produktif, ingin mengembangkan lagi melalui lahan yang tadinya tidur dan jadi lahan produktif, yaitu sentra buah-buahan,” terang Kepala Lapas Curup melalui Kasubsi Bimker & Pengelolaan Hasil Kerja, Sumpeno, Selasa (10/9).

Sumpeno mengatakan kegiatan ini melibatkan Warga Binaan. “Keterlibatan Warga Binaan dalam persiapan lahan ini tidak hanya memberikan mereka keterampilan, tetapi juga mengembangkan nilai-nilai seperti kerja keras, disiplin, dan kerja tim. Saya rasa proses ini juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk bisa meningkatkan rasa percaya diri dan membangun motivasi positif untuk masa depan,” ucapnya.


Berbekal tanah yang bagus dan subur, dengan bermodal cangkul dan semangat gotong royong bersama Warga Binaan, ia yakin lahan ini bisa menjadi tambahan sarana asimilasi dan edukasi yang nantinya ditanami dan panen beragam buah-buahan serta memberikan kontribusi nyata terhadap lingkungan sekitar Lapas. “Warga Binaan belajar untuk menghargai alam dan memanfaatkannya secara berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam hal produksi pangan,” tambah Sumpeno.

Ia pun menyampaikan program pembinaan kemandirian yang diselenggarakan Lapas Curup bertujuan meningkatkan produktivitas Warga Binaan agar setelah menjalani masa pidana dan kembali ke masyarakat, mereka mempunyai keterampilan yang dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. “Program pembinaan kemandirian tidak hanya bertujuan mengembangkan keterampilan Warga Binaan, tetapi juga upaya untuk mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang dapat membantu mereka mengubah hidup menjadi lebih baik setelah masa pidananya berakhir,” pungkas Sumpeno.(Dinaro)

#Kumhampasti
#KakanwilkemenkumhamBengkulu
#Santosa
#LapasKelasIIACurup
#RonaldoDevinciTalesa

Artikel ini telah dibaca 1,018 kali

Baca Lainnya

Ketua BUMDES Tanjung Besar Dikabarkan Mundur Mana Realisasi Sapi Seratus Persen Kata Ketua BUMDES

12 Maret 2026 - 13:37 WITA

KPK Berhasil Lakukan OTT Di Provinsi Bengkulu Diduga Menyeret Salah Satu Nama Kepala Daerah 

10 Maret 2026 - 16:14 WITA

HUT Kabupaten Bengkulu Selatan Ke-77 Penuh Makna Demi Bengkulu Selatan Maju

10 Maret 2026 - 16:00 WITA

Aneh Ketua BUMDES Tanjung Besar Akui Pengadaan Sapi Sudah Seratus Persen Kembali Dibatalkan Ketua Diisukan Berhenti

8 Maret 2026 - 15:24 WITA

Diduga Korupsi Dana Pengadaan Sapi BUMDES Desa Tanjung Besar Ketua Sebut Wartawan 86 Ketua BUMDES Berpeluang Dilaporkan

6 Maret 2026 - 12:15 WITA

Gawat Anggaran Pengadaan Sapi BUMDES Tanjung Besar Kecamatan Manna Diduga Dikorupsi

4 Maret 2026 - 16:30 WITA

Trending di Bengkulu Selatan