Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

NTT · 22 Nov 2024 22:07 WITA ·

Lapangan Holoama Dipenuhi Sampah Usai Kegiatan Paket Lentera, Warga Kecewa


Lapangan Holoama Dipenuhi Sampah Usai Kegiatan Paket Lentera, Warga Kecewa Perbesar

Rote ndao,Sulutnews.com – Kamis, 22 November 2024 Lapangan Holoama yang memiliki luas 8.400 meter persegi, sering menjadi tempat berlangsungnya berbagai kegiatan besar. Dengan kapasitas daya tampung sekitar 16.800 orang dalam kondisi penuh, lapangan ini menjadi lokasi strategis untuk acara publik. Namun, warga Holoama mengungkapkan kekecewaan mendalam setelah kegiatan dari tim pemenangan Paket Lentera meninggalkan lapangan dalam kondisi penuh sampah.

Salah seorang warga Holoama yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan, “Kalau setiap orang membutuhkan 0,5 meter persegi, kapasitas lapangan sekitar 16.800 orang. Tapi kalau hanya sepertiga yang digunakan, daya tampung maksimal sekitar 6.000 hingga 7.000 orang. Sayangnya, lapangan ini malah ditinggalkan dengan tumpukan sampah berserakan tanpa dibersihkan.”

Menurut warga, hal ini mencerminkan kurangnya tanggung jawab dari pihak yang menggunakan fasilitas tersebut. “Paket Lentera dan seluruh tim pengurusnya seharusnya lebih peduli. Ketika sudah menggunakan lapangan ini untuk kepentingan mereka, mestinya mereka bertanggung jawab membersihkan. Kalau seperti ini, apa kata dunia?” ucap warga dengan nada kesal.

Kekecewaan masyarakat tidak hanya terkait kebersihan, tetapi juga soal kepedulian terhadap lingkungan. Sebagai ruang publik, Lapangan Holoama memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, dan perlakuan seperti ini dianggap merugikan semua pihak.

Warga berharap ke depannya ada regulasi atau aturan yang mengharuskan setiap penyelenggara acara bertanggung jawab membersihkan lapangan setelah digunakan. “Jangan hanya memanfaatkan, tapi lupa menjaga,” tegas warga lain yang turut prihatin.

Pihak pengurus lapangan dan masyarakat setempat kini tengah mempertimbangkan langkah lebih tegas untuk mencegah insiden serupa terjadi lagi di masa mendatang.

Reporter ; Dance henukh

Artikel ini telah dibaca 1,467 kali

Baca Lainnya

Debat Pandangan Ammy Amelia Plt Bupati Cilacap: Haruskah KPK Memberi Peringatan Sebelum Melakukan OTT?

4 April 2026 - 08:18 WITA

Bupati Paulus Henuk Bersama Dirjen KKP Dan Perwakilan PLN Pertamina Patra Niaga Energi, Garam, dan Harapan dari Timur

2 April 2026 - 07:59 WITA

Usman Husin Dorong Perhutanan Sosial NTT Sebagai Motor Perekonomian Masyarakat

1 April 2026 - 17:49 WITA

Di Balik Jubah Pdt. David Selan Di duga ada perbuatan melawan hukum Dengan Salah satu Pengerja

31 Maret 2026 - 12:07 WITA

DIDUGA WM STAF PUSKESMAS OELE HINA TETANGGA, DILAPORKAN KE POLSEK ROTE SELATAN

30 Maret 2026 - 19:48 WITA

Sebulan Penuh April 2026 – Semarak HUT Rote Ndao ke-24 dan Paskah 2026

30 Maret 2026 - 15:56 WITA

Trending di Internasional