Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Sulut · 12 Agu 2024 15:13 WITA ·

Kurama : AMAN Sulut Boyong 2 Univeprsitas ke Konferensi Internasional Masyarakat Adat


Kurama : AMAN Sulut Boyong 2 Univeprsitas ke Konferensi Internasional Masyarakat Adat Perbesar

Jakarta, Sulutnews.com -Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menggelar Konferensi Internasional Masyarakat Adat di Hotel Le Meridien Jakarta, Jumat, 9/8/2024. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) tahun 2024.

Adapun perayaan HIMAS Tahun 2024 ini mengusung tema: Masyarakat Adat: Pengetahuan, Praktik dan Inovasi.”

Ketua Pengurus Wilayah AMAN Sulut, Kharisma Kurama mengungkapkan, ada yang berbeda dari pelaksanaan HIMAS kali ini. Dimana, selain melibatkan jejaring gerakan, AMAN juga mengundang beberapa Perguruan Tinggi yang tersebar di beberapa provinsi.

“Ada dua Perguruan Tinggi yang dilibatkan dari Sulut. Ada IAKN Manado dan Fisip Unsrat,” katanya.

Ia menjelaskan, pentingnya pelibatan Universitas pada kegiatan ini salah satunya berkaca dari banyak kasus yang menjadikan Masyarakat Adat sebagai objek penelitian. Sehingga sangat banyak kasus setelah penelitian dan kepentingan para peneliti sudah terpenuhi, maka Masyarakat Adat akan ditinggalkan.

“Paling parah, ada juga riset-riset yang sama sekali tidak melibatkan Masyarakat Adat, sehingga hasil riset tersebut justru digunakan untuk menggusur keberadaan Masyarakat Adat,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya berharap lewat pertemuan kali ini akan membuka mata semua pihak termasuk kampus untuk mendorong eksistensi Masyarakat Adat di Bumi Nyiur Melambai.

“Sehingga lewat hasil riset bersama yang menempatkan Masyarakat Adat sebagai subjek akan sangat penting untuk eksistensi Masyarakat Adat di Sulawesi Utara agar bisa mendapatkan perlindungan dan pengakuan hak,” katanya.

Dijelaskan, dalam Konferensi Internasional Masyarakat Adat ini, AMAN juga bekerjasama dengan Universitas-universitas dari luar negeri dan jejaring dari gerakan Masyarakat Adat dari Kenya, Thailand, Amerika Serikat, Filipina, Nepal dan Bangladesh.

 

“Salah satunya ada dari Universitas Michigan Amerika Serikat. Kami saling bertukar informasi dan belajar bersama. Intinya kami berharap kampus jadi bagian dari perjuangan Masyarakat Adat, pungkasnya.

 

Hadir dalam kegiatan ini, Universitas Bengkulu, Universitas Mulawarman Kaltim,Universitas Patimura,Brawijaya, Universitas Kristen  Toraja, IAKN Manado,Universitas Cendrawasih Papua,Universitas Hasanudin, Universitas Muhamadiyah Malang, Universitas Sam Ratu Langi Sulut, Universitas Pahlawan Tuan Ku Tambusai, Andalas, Tadulako Sulteng, Tanjung Pura Kalbar, STHI Jentera, STI Keling Kumang Kalbar.

 

Selain itu juga AMAN mengundang Kedutaan Ingris, Denmark, Norwegia, terkhusus Kedutaan Amerika Serikat dan juga Kementrian Lembaga RI. (***)

Artikel ini telah dibaca 1,029 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Eldo Wongkar Kritik SKPD Lambat Realisasikan Pokir Anggota DPRD Sulut

4 Maret 2026 - 15:39 WITA

Plt Sekwan Terima Kunjungan Kejati Sulut

4 Maret 2026 - 15:24 WITA

Louis Schramm Wakili Pimpinan DPRD Sulut Hadiri Rakor Forkopimda

4 Maret 2026 - 15:13 WITA

DPRD Sulut Gelar Paripurna Internal Terkait Tata Tertib

3 Maret 2026 - 12:23 WITA

Dukung Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih, Anggota DPRD Sulut Pertanyakan Proses Pendirian

3 Maret 2026 - 11:49 WITA

Dhea Lumenta Sorot Minimnya Realisasi NIB di Dinas Koprasi UMKM Sulut

3 Maret 2026 - 11:28 WITA

Trending di Manado