Rote Ndao,Sulutnews.com – Awalnya, kepercayaan publik terhadap Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, tampak sangat positif dalam penanganan kasus Rumput Odot yang melibatkan Mantan Bupati Rote Ndao Leonard Haning alias Lens Haning. Namun, belakangan ini, muncul kekecewaan karena Kapolres tampaknya tidak merespons pertanyaan media terkait progres kasus tersebut.
Kinerja Kapolres Rote Ndao dalam penanganan kasus Rumput Odot, yang sudah berada dalam tangannya cukup lama, menjadi sorotan. Publik bertanya-tanya mengenai kemajuan yang telah dicapai dalam penyelidikan kasus ini.
Sebelumnya, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dari Satuan Reserse Kriminal Polres Rote Ndao telah melakukan penyelidikan intensif terhadap kasus Rumput Odot yang melibatkan Mantan Bupati Rote Ndao, Leonard Haning, dan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao, Hermanus Haning.
Meskipun begitu, hingga saat ini belum ada perkembangan yang signifikan dalam penanganan kasus Rumput Odot yang melibatkan mantan Bupati Rote Ndao, Leonard Haning. Pada tanggal 23 April 2024, Kapolres Rote Ndao memberikan tanggapannya terhadap pertanyaan media melalui Whatsapp pribadinya, namun tanggapannya tidak memberikan kejelasan mengenai progres penyelidikan.
Sementara itu, mantan Bupati Rote Ndao, Leonard Haning, belum dapat diperiksa oleh penyidik karena kondisinya yang sedang sakit. Sedangkan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao, Hermanus Haning, telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik.
Kasus Rumput Odot sendiri berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk pembelian Rumput Odot oleh Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao pada tahun anggaran 2022.
Kritik terhadap kinerja Kapolres Rote Ndao semakin memanas di kalangan masyarakat, yang menantikan kejelasan dari pihak berwenang terkait penyelesaian kasus ini.
Reporter: Dance Henukh





