Kontingen Lolak kecewa kinerja Panitia Pencak Silat Bupati Minsel Cup 2024
Minsel, Sulutnews.com — Para atlet dan pelati dari Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara merasa kecewa sebab 6 (enam) atlet nya tidak bisa mengikuti turnamen Pencak Silat Bupati Minsel Cup 2024 yang digelar di Aula Waleta Kantor Bupati Minahasa Selatan.
Mereka mengaku kecewa dengan panitia yang dinilai kurang profesional karena tidak memberikan informasi yang jelas dan tegas.
Pelatih Kecamatan Lolak Citra Bambela saat ditemui media rabu (17/07/2024) mengatakan awalnya saya langsung hubungi panitia lewat whatsapp, dan saya minta ijin ngak bisah ikut Technical Meeting.
“Mohon maaf pak saya ini lagi antar anak SD yang lagi ikut O2SN-SD di manado orang tuanya ngak dampigin trus saya antar dulu pak, boleh ngak saya tidak ikut TM karena kebutulan saya hanya sendiri saya pelati dan urus anak-anak, tolong apa pun hasil TM untuk cabut undian nanti panitia saja yang atur, terus Jawaban panitia yang penting ibu sudah masukan nama anak dan kelas,” jelasnya.
Dan itu pun sudah saya masukan jauh-jauh hari dan sudah di bayar, ungkapnya.
Kemudian Setelah pulang dari manado saya pun mengecek kembali pada panitia karena masih kurang percaya diri saya temuin lagi panitia.
“Saya sampaikan saya dari lolak bu tadi ngak bisah ikut TM. Jawab si panitia, Ohh iya sudah masukan namanya, saya jawab sudah dan Saya pun sudah di kasih kartu peserta karena sudah merasa aman saya pulang, katanya.
Lanjut ia katakan Kemudian Pas jam 2 subuh saya liat di grup whatsapp, kontingen anak remaja saya sudah ngak ada, yang ada hanya usia pra remaja yang mereka ada namanya.
Panitia sebenarnya bagus welcome sama kami, tetapi disisi lain saya juga harus berusaha memperjuangkan anak-anak saya.

Namun, pada hari pertandingan, Rabu (17/07/2024), dari 9 peserta hanya 3 yang bisa mengikuti tunamen Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sulawesi Utara Open Turnamen Pencak Silat Bupati Minsel Cup 2024 tersebut.
Pelatih kontingen lolak tersebut kemudian mempertanyakan dari 9 peserta kenapa hanya 3 peserta yang bisa ikut, padahal tetap saja pelatih tidak ikut technical meeting.
“Pelatih lolak mengaku heran, Kenapa sebagian nama anak masuk kenapa sebagian enggak, seharusnya (panitia) jawab tegas” ujarnya.
Josua koordinator panitia turnamen saat ditemui wartawan mengatakan dirinya sudah kelabakan ketika ada yang datang mengeluh dan akhirnya dia mengiyakan setiap yang datang.
“Setiap pertandingan harus ikut technical meeting, nanti disampaikan apa-apa peraturannya nanti, kemarin juga sudah mendaftar cuma belum terinput. Tidak adakan perwakilan, karena ibu Ellen tidak ada ibu (pelatih) titip ke saya sedangkan saya sibuk sekali jadi setiap ada yang datang saya (jawab) iya iya iya, saya sudah tidak tau apa lagi yang saya bilang,”ujar Jhosua.
Kepala Dinas (kadis) Pemuda dan Olahraga Kabupaten Minahasa Selatan Fietber Raco ketika ditemui wartawan mengatakan, aturan yang dipakai pada PORPROV kali ini adalah aturan yang terbaik. Raco kemudian mengusulkan agar pelatih kontingen Bolmong agar melapor ke panitia. Namun demikian tetaplah jadwal sudah tidak bisa untuk dirubah.
“Dari semua aturan baru kali ini aturan yang terbaik, lapor saja ke panitia, bikin saja pengeluhan tertulis,” ungkap Raco. (Marsel)








