Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Internasional · 19 Feb 2026 20:58 WITA ·

Konsul Jenderal RI Davao City Hadiri Acara Adat Sangihe Tulude Di General Santos City


Konsul Jenderal RI Davao City Hadiri Acara Adat Sangihe Tulude Di General Santos City Perbesar

General Santos City, Sulutnews.com – Konsul Jenderal Republik Indonesia di Davao City menghadiri perayaan adat Sangihe “Tulude” yang diselenggarakan oleh komunitas masyarakat Sangihe di General Santos City (06/02/2026)

Kehadiran Konsul Jenderal tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya Nusantara sekaligus penguatan ikatan kebersamaan masyarakat Indonesia di wilayah akreditasi KJRI Davao City.

Tulude merupakan tradisi adat masyarakat Kepulauan Sangihe yang sarat makna spiritual sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta doa memohon keselamatan dan keberkahan di tahun yang baru. Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, pemuka adat, serta warga keturunan Sangihe yang bermukim di General Santos City dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Konsul Jenderal RI Davao City menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada komunitas Sangihe yang terus menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia meskipun berada di luar tanah air.

“Tradisi Tulude bukan sekadar seremoni budaya, tetapi juga cerminan jati diri dan kekayaan nilai luhur bangsa Indonesia. Di dalamnya terdapat semangat syukur, persatuan, dan solidaritas yang menjadi fondasi kuat bagi masyarakat Indonesia di perantauan,” ujar Konsul Jenderal.

Ia juga menegaskan bahwa keberagaman budaya Indonesia merupakan kekuatan pemersatu yang harus terus dirawat. “Di manapun kita berada, identitas sebagai bangsa Indonesia harus tetap melekat. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antar warga negara Indonesia serta memperkuat hubungan dengan perwakilan RI,” tambahnya.

 

Acara Tulude berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan, ditandai dengan rangkaian ritual adat, doa bersama, serta pertunjukan seni budaya khas Sangihe. Momentum tersebut menjadi wadah untuk mempererat hubungan antar anggota komunitas sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat Indonesia dan KJRI Davao City dalam menjaga nilai-nilai budaya bangsa di luar negeri. (Andy Gansalangi/KJRI Davao City)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Nasib Perjanjian Dagang (ART) Indonesia dan Amerika Serikat

8 Maret 2026 - 06:20 WITA

Demokrasi di Amerika dari Sudut Pandang Politisi dan Aktivis

6 Maret 2026 - 06:16 WITA

ESTHON FOENAY BUKA SUARA ISU 9.000 PPPK NTT DIRUMAHKAN? JANGAN MAIN-MAIN DENGAN NASIB RAKYAT

5 Maret 2026 - 12:58 WITA

PROF. YUSUF LEONARD HENUK: DARI UNSTAR ROTE MENJADI PAKAR PTUN TOP JAKARTA

3 Maret 2026 - 22:10 WITA

GMIJ Betlehem Oarai dan GMIST Teken MoU Kerja Sama Pelayanan

24 Februari 2026 - 23:12 WITA

Taiwan Ingatkan Arti Penting Keamanan Jaringan Kabel Bawah Laut Global

19 Februari 2026 - 15:04 WITA

Trending di Internasional