Rote Ndao, Sulutnews.com – Komisi II DPRD Kabupaten Rote Ndao melaksanakan kegiatan monitoring terhadap pelaksanaan program pengembangan pakan ternak pada 11 kelompok penerima di sejumlah wilayah. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah kelompok ternak di Desa Persiapan Nee, Kecamatan Lobalain, pada Selasa (22 Juli 2025).
Program yang dikelola oleh Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao ini bertujuan untuk mendukung kemandirian pakan ternak melalui pembangunan gudang silase dan pengadaan peralatan pengolahan pakan bagi kelompok peternak.
Ketua Komisi II DPRD Rote Ndao, Meksy Moy, kepada media menjelaskan bahwa hasil monitoring menunjukkan adanya kemajuan fisik berupa bangunan dan mesin yang telah tersedia di lapangan. Namun, kegiatan pengolahan pakan belum dapat dijalankan secara optimal karena kelompok belum mendapatkan pelatihan teknis.
“Dari hasil pantauan kami, secara fisik gudang dan peralatan sudah tersedia. Tapi informasi dari kelompok maupun dinas menyebutkan bahwa mereka belum mendapatkan pelatihan untuk mengoperasikan alat dan mengolah pakan. Ini yang perlu segera ditindaklanjuti agar pemanfaatannya tidak terhambat,” ujar Meksy.
Menurutnya, penting bagi pemerintah daerah melalui instansi teknis terkait untuk segera mengalokasikan anggaran pelatihan, agar seluruh sarana yang telah disediakan tidak terkesan sia-sia.
“Kami berharap pelatihan bisa segera dilaksanakan agar program ini bisa dimanfaatkan sesuai tujuan awal, yakni mendukung peternak dalam menyediakan pakan mandiri dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao, Herman Haning, S.Pt, MM, yang dikonfirmasi secara terpisah menyampaikan harapan agar ke depan tersedia alokasi anggaran khusus untuk pelatihan pengolahan pakan ternak bagi kelompok penerima.
“Kami sangat berharap ada dukungan anggaran untuk pelatihan teknis. Sebab tanpa pelatihan, alat dan fasilitas yang sudah dibangun akan sulit dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok. Kami siap memfasilitasi jika anggaran tersedia,” ungkap Herman.
Ia juga menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk pengadaan sarana fisik, tetapi juga sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun kemandirian pakan ternak di tingkat kelompok. Dengan pelatihan yang tepat, kelompok-kelompok ini diharapkan dapat menjadi model percontohan di Kabupaten Rote Ndao dalam hal pengolahan pakan berbasis silase.
Komisi II DPRD dan Dinas Peternakan sepakat bahwa kesinambungan program ini sangat bergantung pada dukungan pelatihan dan pendampingan. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan agar hasil program benar-benar dapat dirasakan oleh para peternak di daerah.
Reporter : Dance Henukh






