Sulutnews.com Bengkulu Selatan – salah satu warga desa Sukarame kecamatan air nipis kabupaten Bengkulu Selatan keluhkan kondisi kantor desa Sukarame yang sering kali tutup pada jam kerja, dirinya menjelaskan dengan adanya kantor desa tutup ini masyarakat akan sulit untuk berurusan.
Pernyataan salah satu warga desa Sukarame ini di posting di Facebook Apdian utama, disana vedio salah satu warga desa Sukarame menjelaskan bahwa kantor desa Sukarame kecamatan air nipis di datangi warga dengan maksud ingin berurusan ke pemerintah desa, namun sangat di sayangkan kantor desa ini tutup tanpa penghuni pada jam kerja.
Salah satu warga tersebut juga menyebutkan pihak pihak terkait agar dapat menindaklanjuti kejadian tersebut, dirinya berharap agar kiranya kejadian ini tidak lagi terulang di kemudian hari, karena hal itu menurutnya sangat menghambat masyarakat dalam melakukan beberapa urusan yang menyangkut dengan pemerintah desa.
Kepala desa Sukarame saat di hubungi terkait adanya kantor desa tutup tanpa aktivitas pada jam kerja belum dapat di mintai keterangan sebab kepala desa itu juga memang sangat jarang meng aktifkan ponselnya.
Terpisah hal yang sama dengan camat kecamatan air nipis juga saat di konfirmasi belum memberikan tanggapan diduga yang bersangkutan sudah memblokir nomor wartawan media ini akibat pemberitaan dugaan keterlibatan dirinya dalam pengondisian pengadaan lampu jalan salah satu desa yang di pimpinnya.
Salah satu penggiat di kabupaten Bengkulu Selatan Arif menyatakan dengan dengan adanya keluhan salah satu warga desa Sukarame yang menyatakan bahwa kantor desa tutup sudah sering kali terjadi, “kita menilai hal itu sudah sangat menyalahi dan sudah melanggar regulasi terkait kinerja pemerintah desa, disamping itu juga kita mempertanyakan keberadaan pihak kecamatan air nipis disana apakah pihak kecamatan tidak melakukan pemantauan selama ini, terlebih kecamatan air nipis desanya tidak begitu banyak kemana camatnya selama ini” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan konfirmasi dengan pihak berkompeten lainnya masih sedang diupayakan. (JN)





