Manado, Sulutnews.com – Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Manado Prof Joy Elly Tulung SE.M.Sc.Ph.D yang juga sebagai pakar ekonomi dan keuangan (moneter) menilai Komposisi Dewan Komisari Dewan Komisaris dan Direksi Bank SulutGo (BSG) Bank Sulut Gorontalo untuk periode jabatan 2026-2031 mencerminkan harapan besar para pemegang saham terhadap penguatan kinerja dan kontribusi bank dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
” Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi yang ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan RUPS luar biasa tahunan 2026 itu diharapkan pemegang saham kinerjanya harus berkontribusi bagi daerah” kata Prof Joy Elly Tulung kepada wartawan Sulutnews.com Selasa (10/2) malam lewat telepon.
Prof Joy Tulung dimintai komentar terkait hasil RUPS tahunan 2026 dan dirangkaikan RUPS Luar biasa yang telah menetapkan Dewan Komisaris enam orang dan enam Direksi BSG yang baru dalam RUPS di Aula kantor Pusat BSG Kawasan Marina Manado Selasa 10 Februari 2026.
Komisaris Komut Dr Veky Lumentut DEA dam lima Komisaris dan Direksi Dirut tetap Revino Moudy Pepah SE MM dan lima Direksi lainnya.
RUPS dipimpin langsung Gubernur Sulut Yulius Selvanus SE sebagai pemegang saham pengendali dihadiri semua pemegang Saham dari Bank Mega dan 15 Bupati dan Walikota se- Sulut serta Gubernur Gorontalo Ir Gusnal Ismail serta Bupati dari Seluruh Gorontalo.
Menurut Joy Tulung yang juga Dosen Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsrat itu, penetapan susunan Dewan Komisaris dan Direksi BSG ini diharapkan menjadi fondasi bagi peningkatan kinerja keuangan dan kualitas intermediasi bank mulai tahun berjalan.
Gubernur Sulawesi Utara selaku Pemegang Saham Pengendali menegaskan bahwa pembentukan komposisi pengurus yang baru diarahkan untuk mendorong kinerja yang lebih baik, tanpa menambah beban anggaran operasional, khususnya terkait beban gaji.
Terkait penambahan jumlah Direksi dilakukan dalam kerangka penataan fungsi dan peningkatan efektivitas pengelolaan bank, dengan tetap menjaga efisiensi biaya dan disiplin anggaran. Kebijakan ini mencerminkan komitmen pemegang saham terhadap prinsip kehati-hatian dan pengelolaan bank yang berorientasi pada kinerja.” Jadi penambahan Direksi baik dalam pentaan fungsi dan efektivitas” kata Joy Tulung yang maraih Master (M.Sc) dan Doktor (Ph.D) bidang Moneter dari salah satu Universitas di Prancis.

Foto – Ketua ISEI Cabang Manado Prof Joy Tulung SE M.Sc.,.P.hD
Menurut Tulung dari sisi Dewan Komisaris, keberadaan Komisaris Utama Independen yang didukung oleh Komisaris Independen memberikan penguatan fungsi pengawasan strategis terhadap kebijakan Direksi.
Struktur ini diharapkan mampu memastikan bahwa seluruh langkah ekspansi usaha dan peningkatan kinerja keuangan tetap berada dalam koridor tata kelola perusahaan yang baik serta ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sementara itu, dari sisi Direksi, menurut Dosen Muda Unsrat itu, pembagian fungsi yang semakin spesifik termasuk pemisahan Direktur Dana dan Tresuri dengan Direktur Kredit menunjukkan kesiapan manajemen dalam menghadapi peningkatan target kinerja dan kompleksitas usaha.
Direksi dituntut untuk bekerja lebih optimal dan terukur, sejalan dengan keputusan RUPS yang menetapkan target laba bruto sebesar Rp500 miliar pada tahun berjalan, meningkat dibandingkan capaian target sebelumnya yang berhasil direalisasikan.
Dukung UMKM
Struktur Direksi yang lengkap ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan likuiditas, menjaga efisiensi biaya dana, serta memastikan kualitas penyaluran kredit tetap terjaga di tengah upaya peningkatan kinerja. Dalam konteks ini, Direksi BSG diharapkan mampu mengoptimalkan peran intermediasi bank dalam mendukung sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak utama perekonomian Sulawesi Utara dan Gorontalo. Dalam mendukung pengembangan UMKM, pariwisata Sulawesi Utara, serta sektor agro-maritim Gorontalo, struktur pengurus yang baru diharapkan mampu mendorong penyaluran pembiayaan yang lebih terarah, selektif, dan berkelanjutan.

Foto : Direktur Utama Bank SulutGo Revino Pepah,SE.,MM
Ditambahkan dukungan pembiayaan terhadap sektor-sektor unggulan tersebut menjadi bagian dari strategi bank untuk berkontribusi pada peningkatan aktivitas ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi regional.
Secara keseluruhan, komposisi Dewan Komisaris dan Direksi BSG mencerminkan keseimbangan antara ambisi peningkatan kinerja keuangan dan komitmen terhadap prinsip kehati-hatian. Dengan target laba yang lebih tinggi dan tanpa penambahan beban anggaran, pengurus diharapkan dapat menunjukkan kinerja yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel, sekaligus memperkuat peran BSG sebagai bank pembangunan daerah yang mendukung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara dan Gorontalo secara berkelanjutan.
Laba Naik Tahun 2025
Dalam RUPS Dirut Revino Pepah melaporkan aset BSG saat ini bernilai Rp 23, 6 triliun naik 12, 13 persen YoY.. Sementara laba yang dicapai tahun 2025 sekitar Rp 281 miliar atau naik 26,6 persen YoY. Dan 74 persen laba menjadi deviden sesuai keputusan pemegang saham.

RUPS juga menetapkan beberapa program strategis untuk tahun ini dan kedepan hinga 2031. Yakni Rencana Bisnis Bank ( RBB) Termasuk SCR dan juga program BSG kedepan.
Komposisi Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Veky Lumentut.
Komisaris : Djafar Alkatiri
Komisaris :Maxi Kembuan
Komisaris : Riani Riri Ismail
Komisaris : Diana ND.
Komisaris : Jeaclyn Koloay
Komposisi Direksi
Direktur Utama : Revino Moody Pepah SE.MM
Direktur Oprasional : Louisa Parengkuan
Direktur Umum Joubert Dondokambey
Direktur Kredit : Esthet Rampengan
Direktur Dana dan Trysuri: Rudyanto Katili
Direktut Kepatuhan Muntesa Holdin.
Dalam RUPS saat ini telah terakomodir dari perwakilan pemegang saham dari Gorontalo baik di Komisarin dan Direksi yakni di Komisaris ada Rini Ismail orang berpegalaman dalam manajemen keuangan. Dan Direksi pak Rudyanto Katili yang juga Dari Kantor Wilayah BSG di Gorontalo orang dalam BSG.
Untuk pemegang saham Bank Mega ada perwakilan Maxy Kembuan di Komisaris dan Muntesa Holdin di Direksi yang punya pengalaman di Bank Mega.
Sementara ada Direktur Kredit Esther Rumengan orang baru namun pengalaman sebagai pimpinan di BNI Wilayah Manado.
Sedangkan untuk Dirut Revino Pepah orang BSG yang berkarir selama 35 tahun dari staf, Kepala Cabang , Direktur Umum hinga menjadi di Dirut lagi hinga 2031.
Dari kalangan pers menilai terpilihnya Revino Pepah menjadi Dirut kedua kali itu sudah dipredisi karena terbuka Dirut dan sangat komunikatif serta familiar. ” Tepat pak Revino menjadi Dirut BSG hinga 2031 karena kineja baik dan sangat komunikatif” ujar sejumlah wartawan namun engan menyebutkan namanya kepada Sulutnews.com Selasa (10/2) usai RUPS BSG.(Fanny)





